Deklarasi Persatuan dan Kesatuan Masyarakat

oleh -1.553 views
Kapolda Kalbar Irjen Pol Didi Haryono bersama Forkopimda dan tokoh masyarakat Kalbar, saat kenferensi pers di Mapolda Kalbar.

PONTIANAK, KILASKALBAR.com – Untuk mengikuti deklarasi persatuan dan kesatuan masyarakat dalam rangka menjaga stabilitas kamtibmas di Kalimantan Barat ini dalam suasana sinergitas kebersamaan, penuh kedamaian dan kerukunan serta rasa keinginan yang tinggi dalam mewujudkan Provinsi Kalimantan Barat sebagai provinsi yang kondusif, unggul dan modern.

Demikian hal itu diungkapkan Kapolda Kalbar Irjen Pol Didi Haryono. Jenderal bintang dua itu menjelaskan, berlatarbelakang perkembangan Kamtibmas yang terjadi beberapa hari terakhir ini serta adanya aksi-aksi kejahatan dan kekerasan terhadap kemanusian. Itu yang terjadi di beberapa wilayah Indonesia.

“Secara psikologis tentunya membawa dampak dikalbar, kita yang hadir disini pastinya menginginkan hal tersebut tidak terjadi diprovinsi yang kita cintai ini,” kata Kapolda, Selasa (15/5/2018).

Kapolda menyampaikan, bahwa kondisi stabilitas kamtibmas Kalimantan Barat secara umum kondusif. Hal ini berkat kerja keras kita bersama yang memilki tanggung jawab untuk menjaga kondusifitas tersebut.

“Mulai dari tingkat RT/RW, dusun, desa/kelurahan hingga tingkat kecamatan sampai tingkat daerah, yang memiliki peran aktif untuk terlibat dalam kegiatan-kegiatan kepolisian dan juga penerapan sistem pengamanan swakarsa,” ujarnya.

Diketahui Kalbar yang terdiri dari multi etnis sebagai keberagaman budaya. Hal itulah menjadi ciri khas kekayaan tersendiri di provinsi ini. Di mana hal tersebut menjadi pengikat kebhinekaan kita untuk newujudkan rasa kekeluargaan, kebersamaan, gotong royong, serta bertoleransi dan bersolidaritas dalam membangun Kalbar yang semakin maju. Semangat kekeluargaan bisa dilihat dari masyarakat kalbar saat merayakan hari-hari besar keagamaan.

“Di mana kita semua menjaga toleransi dan ikut memeriahkan perayaannya,” ucapnya.

Saat ini, kita sedang menghadapi agenda Nasional Pilkada, Asian Games dan akan menghadapi bulan suci Ramadan, dalam upaya cipta kondisi untuk menjaga stabilitas kamtibmas yang sudah kondusif.

“Polda kalbar telah melaksanakan program 100 hari kerja Kapolda Kalbar tahap I dan tahap II serta saat ini kita sedang melaksanakan Operasi Pekat dengan hasil memuaskan,” kata dia.

Pengungkapan kasus Zero Illegal (illegal mining, illegal logging, trasnational crimes, kejahatan konvensional dan narkoba) sebanyak 357 kasus dan 463 tersangka.

Tahap II berjalan hingga bulan April 240 kasus, sebagaimana konsen Polda Kalbar di bidang law enforcement, sosial maintenance, public trust dan partnership.

“Operasi pekat Ramadan yang memasuki hari ke-empat, telah mengungkapan sebanyak 236 kasus dan 278 tersangka yang didominasi oleh kasus miras, judi, premanisme dan naroba, terjadi peningkatan pengungkapan yang signifikan sebanyak 198,73 % dari 79 kasus ditahun 2017 menjadi 236 kasus 2018,” ungkap Kapolda.

Keberhasilan program kerja dan operasi kepolisian tersebut berkat dukungan TNI, pemerintah dan semua komponen masyarakat, yang secara serius ingin menjaga kondusifitas Kalimantan Barat yang selalu kondusif, damai dan bergerak maju seiring pembangunan Nasional.

Situasi yang aman bukan hanya karena ada yang menjaga dan mengawasi, namun juga terwujud karena adanya keterpaduan sebuah sistem dan manajemen beserta komponen pendukungnya. (*)