Gandeng Google News, AJI Pontianak Latih Wartawan Deteksi Berita Hoax

oleh -1.623 views
Joni Edward yang juga dikenal dengan Joni West saat menghibur peserta disela pelatihan pendeteksian berita HOAX yang diselenggarakan AJI dan Google news di Aula RRI Pontianak (15/4/2018)

PONTIANAK, KILASKALBAR.com – Aliansi Jurnalis Independen kembali melakukan kerjasama dengan Google News Initiative dan Internews untuk memberikan pelatihan pendeteksian berita HOAX.

Pelatihan selama dua hari, Sabtu dan Minggu, 14-15 April 2018 itu diselenggarakan di Aula Kantor RRI Pontianak

Ketua AJI Pontianak, Dian Lestari mengungkapkan, pelatihan ini menajdi sangat penting bagi jurnalis.

“Karena sebagai ujung tombak informasi bagi masyarakat, seorang jurnalis harus bisa memberikan informasi yang akurat dan dapat dipercaya masyarakat,” ujar Dian, Minggu (15/4/2018).

Baca Juga : Jelang Pilkada, Informasi Hoax di Kalbar Meningkat 300 Persen

Dian menambahkan, secara khusus AJI Pontianak meminta jadwal pelatihan yang dikhususkan untuk jurnalis dalam mengantisipasi berita HOAX dari AJI pusat.

Mengingat, sebut Dian, Kalbar merupakan daerah rawan konflik Pilkada, sehingga dengan adanya pelatihan itu diharapkan para jurnalis bisa mengambil perannya dalam penanggulangan berita HOAX yang beredar ditengah masyarakat.

“Sebenarnya jadwal pelatihan ini akan dilakukan usai Pilkada nanti,” kata Dian.

“Namun, kita mendesak AJI pusat untuk menggelarnya sebelum Pilkada, karena kita ingin berperan dalam mengantisipasi peredaran berita HOAX menjelang pilkada,” ungkapnya.

Alasan dipercepatnya pelatihan tersebut cukup masuk akal. Karena, berdasarkan data dari bidang Cyber Crime Polda Kalbar, dari medio Januari hingga April tahun ini saja, berita HOAX meningkat menjadi 300 persen.

“Untuk itu, kita harapkan dari pelatihan ini, teman-teman jurnalis yang ada di Kalbar bisa membantu penanggulangan berita HOAX ditengah masyarakat,” ujarnya.

“Paling tidak kita bisa membantu meluruskan berita yang salah, agar masyarakat tidak salah kaprah,” tambah Dian.

Salah satu pemateri dari Google Initiative, Edho Sinaga mengatakan, dengan pelatihan ini, para jurnalis diberikan informasi mengenai bagaimana mengetahui berita itu HOAX atau bukan.

Tidak hanya itu, sambung Edho, melalui beberapa tols yang ada di google dan aplikasi lainnya, para jurnalis juga bisa mengetahui keaslian sebuah foto dan video.

“Kita harap, dari pelatihan ini kawan-kawan jurnalis bisa lebih sigap dan tidak asal mengangkat berita dari informasi yang belum di ketahui keasliannya,” katanya.

Hal tersebut, menurut Edho, sangat penting, agar masyarakat kita tidak terjebak dengan HOAX. Karena sebagai jurnalis, memiliki kewajiban untuk memberikan informasi yang benar, bukan malah ikut menyebarkan HOAX.

Pemateri Google Initiative lainnya, Ari Wibowo menambahkan, cukup banyak tols yang ada, baik disediakan oleh google maupun aplikasi lain yang bisa digunakan oleh jurnalis untuk mengetahui keaslian informasi dan voto atau video yang beredar di media sosial atau internet.

“Makanya, kita banyak melakukan praktek, agar kawan-kawan jurnalis terbiasa menggunakan tols-tols tersebut untuk pembuatan berita yang lebih baik,” jelasnya.

Salah satu peserta Gogle News Initiative Training Network, Dina mengatakan, dirinya mendapatkan banyak informasi baru dari pelatihan itu, khususnya dalam mengecek keakuratan sumber berita, foto dan video yang terindikasi HOAX.

“Kami menjadi tahu bagaimana membedakan antara informasi HOAX atau tidak, dimana ini tentu menjadi modal bagi kami dalam membuat pemberitaan yang lebih baik,” kata Dina.

Kegiatan pelatihan tersebut juga diselingi hiburan yang dibawakan oleh salah satu wartawan, Joni Edward atau yang dikenal dengan Joni West, yang menyumbangkan suara merdunya dengan petikan gitar agar peserta tidak jenuh selama pelatihan.

Tak hanya itu, Joni West yang dikenal mahir melawak ini juga menampilkan stand up komedi mengibur peserta.
(Noy)