Pembebasahan Lahan Bandara di Singkawang 90 Persen Beres

oleh -1.674 views
Kepala BPN Singkawang, Erwin Rachman.

SINGKAWANG, KILASKALBAR.com – Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Singkawang, Erwin Rachman mengatakan, pembebasan lahan untuk pembangunan bandar udara (bandara) sudah 90 persen.

“Kesiapan lahan untuk pembangunan bandara saat ini sudah mencapai 90 persen,” ujarnya di Singkawang, Selasa (14/8/2018).

Progres ini setelah Pemerintah Kota (Pemkot) Singkawang memberikan ganti rugi objek pengadaan tanah untuk bandara kepada pemilik lahan, yang dilakukan di Aula Dayang Resort belum lama ini.

“Secara keseluruhan biaya penggantian yang dikeluarkan adalah senilai Rp14,21 miliar,” kata Erwin.

Ia mengungkapkan, dari 69 persil bidang tanah yang akan dibayarkan Pemkot Singkawang, sebanyak 27 persil menempuh jalur hukum ke Pengadilan Negeri Singkawang.

“Artinya 20 persil ke Pengadilan Negeri itu dikarenakan kepemilikan tanah, kemudian sisanya 7 persil dikarenakan pemilik tanah tidak setuju dengan nilai ganti rugi yang sudah ditentukan tim aversial,” terangnya.

Terkait dengan 7 persil itu, sekarang ini pihaknya sedang dalam proses konsinyasi (titip uang) ke Pengadilan Negeri Singkawang. Jadi, setelah uang ganti rugi dititipkan di Pengadilan Negeri Singkawang (setelah dikeluarkannya surat keputusan penetapan dari Kantor Pengadilan), jelas Erwin, maka dengan sendirinya lahan yang akan dijadikan sebagai pembangunan bandara itu akan menjadi milik negara.

“Mengenai perkara ganti rugi di Kantor Pengadilan, biarlah Pengadilan yang memutuskan apakah nanti nilainya naik atau turun, kita tunggu saja keputusannya. Tapi masyarakat yang bersengketa itu kapan saja bisa mengambil uang yang dititipkan itu di Pengadilan,” ucapnya.

Selanjutnya, apabila tanah itu sudah ditetapkan oleh Pengadilan Negeri Singkawang secara sah, maka tanah tersebut sudah bisa ditindaklanjuti dengan pembangunan.

“Artinya Dinas Perhubungan yang dalam hal ini ingin memiliki tanah sudah bisa menindaklanjutinya dengan pembangunan fisik seperti land clearing atau runway,” tutur dia. (mizar)