Teror Bom di Surabaya, Ketua Umum PGIW Kalbar : Ini Murni antara Terorisme dengan Kemanusiaan

oleh -1.976 views
Ketua Umum PGI Wilayah Kalbar, Pdt Paulus Ajong.

PONTIANAK, KILASKALBAR.com – Ketua Umum Persekutuan Gereja-Gereja Indonesia (PGI) Wilayah Kalbar, Pdt Paulus Ajong, secara tegas menyatakan mengutuk aksi teror bom bunuh diri yang terjadi selama dua hari ini, tiga gereja dan di Mapolrestabes Surabaya, Jawa Timur, Minggu dan Senin pagi tadi.

“Kami mengecam dan mengutuk keras aksi-aksi terorisme yang sangat jelas bertentangan dengan nilai-nilai semua agama apapun yang ada di Indonesia,” ujarnya saat melakukan pertemuan dengan sejumlah tokoh agama di Kantor MUI Kalbar, Pontianak, Senin (14/5/2018).

Menurut dia, aksi terorisme yang terjadi bukanlah persoalan agama ataupun antar agama.

“Tetapi ini murni antara terorisme dengan kemanusiaan dan kehidupan. Jadi terorisme ini anti kehidupan, anti kemanusiaan, anti keindonesiaan. Karenanya terorisme ini adalah musuh semua agama, musuh semua manusia, musuh kehidupan. Karenanya kami mengutuk keras,” terangnya.

PGIW Kalbar menyatakan mendukung pemerintah untuk segera menerbitkan undang-undang anti terorisme yang saat ini masih dalam bentuk rancangan.

“Karena undang-undang ini sangat penting bagi penegak hukum, dalam hal ini Polri kemudian TNI untuk dijadikan landasan bertindak. Selama ini menurut hemat kami, aparat kita agak bimbang, ragu, gamang mengambil sikap tegas. Ada kejadian, baru dilakukan tindakan,” katanya.

Mengantisipasi sebaran paham terorisme adalah tanggung jawab semua pihak. Oleh karena itu, menurut Pdt Paulus, tidak ada salahnya bila pemerintah melibatkan TNI dalam mengantisipasi persoalan itu.

“Bila perlu Babinsa-Babinsa di seluruh pelosok tanah air diaktifkan kembali. Poskamling di setiap RT/RW juga diaktifkan kembali,” katanya.

“Kemudian juga semua suku agama yang ada di Indonesia, mari kita bergandengan tangan bersatu padu, karena teroris itu musuh semua agama,” tutupnya. (qrf)