Matakin Nilai Intoleransi Beragama di Indonesia Masih Mengkhawatirkan

oleh -2.203 views
Sekretaris Matakin Kalbar, Suryanto.

PONTIANAK, KILASKALBAR.com – Sekretaris Majelis Agama Konghucu Indonesia (Matakin) Kalbar, Suryanto, menilai aksi teror bom bunuh diri yang terjadi di Surabaya pada Minggu dan Senin (13-14/5/2018), menunjukkan intoleransi beragama di Indonesia masih cukup mengkhawatirkan.

“Hal ini menunjukkan bahwa intoleransi beragama itu tumbuh subur di Indonesia. Maka dari masyarakat kita, perlu waspada dan hati-hati dalam kehidupan ini,” ujarnya saat berkunjung ke Kantor MUI Kalbar, Pontianak, Senin (14/5/2018).

Ia mengajak masyarakat di Kalbar untuk bersama-sama menjaga toleransi antar pemeluk agama. Jangan sampai tragedi di Surabaya ikut meresahkan daerah lain seperti di Kalbar.

Pasca terjadinya suatu peristiwa, acapkali muncul provokasi melalui pesan di media sosial. Oleh karena itu, Suryanto berharap, pengguna media sosial lebih bijak dalam menyikapi tragedi tersebut.

“Buat teman-teman yang biasanya di medsos agar menghindari hal-hal yang bersifat ujaran kebencian dan hoaks, dan kalau bisa jangan dilanjutkan kepada teman yang lain atau kepada WU grup yang lain agar hal-hal negatif tidak tersebar di mana-mana,” katanya.

Suryanto menyatakan, dirinya sangat setuju bila rancangan undang-undang anti terorisme segera diterbitkan.

“Kita semua mengharapkan bahwa rancangan undang-undang anti terorisme harus dipercepat. Agar aparat keamanan terutama Polri dapat mengambil sikap dalam hal bertindak,” terangnya.

“Mengenai (dilibatkannya) TNI, juga saya pikir perlu untuk bagaimana dipikirkan supaya dari segi intelijennya bisa terlibat dalam mengantisipasi hal-hal sebelum kejadian,” pungkasnya. (qrf)