IAIN Pontianak Kutuk Aksi Terorisme di Surabaya

oleh -2.311 views

PONTIANAK, KILASKALBAR.com – Tragedi Bom bunuh diri di Surabaya, merupakan aksi biadab yang mencoba mencoreng nama baik salah satu agama. Plt Rektor IAIN Pontianak Syarif mengatakan, dengan dalih apapun, teror itu tidaklah dibenarkan.

“Dalam kondisi tetap mengendalikan diri kita mengutuk keras kejadian ini. Teroris ini menganut ajaran agama yang sangat salah. Jika tindakannya itu atas nama agama, dengan dalih agama mereka membunuh orang lain, sebenarnya mereka tidak paham inti ajaran agama,” ujarnya mengatasnamakan Civitas Akademika IAIN Pontianak, di Pontianak, Senin (14/5/2018).

Menurut dia, apabila ada pihak yang menyatakan bahwa tindak teror tersebut mengatasnamakan agama tertentu, maka jelas paham agama yang dianutnya adalah salah. Sebab, tidak ada satupun agama yang membenarkan tindakan mengancam orang lain.

“Kita sepakat dan memahami bahwa semua agama apapun tidak membenarkan tindak teror ini, kecuali oknum penganut agama yang salah. Kalau mereka misalnya mengatasnamakan Islam, ajaran nabi Islam yang mana yang mereka contoh. Teks Alquran yang mana yang mereka anut. Kita tidak mendapatkan satu contoh pun dari para penyampaian ajaran tuhan,” tegasnya.

Oleh karena itu, Syarif sangat mendukung program deradikalisasi yang dimotori oleh Kapolri Tito Karnavian yang juga Mantan Densus 88, untuk kembali digalakkan dalam rangka mewujudkan Indonesia bebas dari perilaku brutal teroris.

“Program tersebut saya usul untuk dimaksimalisasi dengan menggandeng pemangku ajaran agama yang soft, yaitu pemangku kepahaman agama yang moderat, rasional, dan humamanis,” sarannya.

“Kita Mendukung langkah Polri dan pemerintah untuk mengusut secara cepat dan tuntas sampai ke akar-akarnya, untuk memberikan rasa aman dan tenang bagi seluruh warga dalam kerangka NKRI. Kita yakin pemerintah, dalam hal ini Polri sangat mapan untuk menangani peristiwa ini, apalagi Kapolri adalah mantan Densus 88,” timpal dia.

Ia mengajak seluruh umat beragama, tokoh masyarakat, tokoh politik dan stakeholder lainnya untuk bersatu padu, menahan diri dan tidak terprovokasi dan menghentikan segala spekulasi yang bisa memperkeruh peristiwa ini.

“Mari kita menggalang solidaritas kemanusiaan. Hentikan saling balas pantun untuk kepentingan politik dan kelompok sendiri, sekali lagi supaya tidak menambah keruh suasana,” katanya.

“Kita mengungkapkan berbela sungkawa yang sangat mendalam kepada seluruh korban dan keluarganya atas musibah yang baru saja terjadi. Kita harus keras berikhtiar melalui berbagai jalan semoga ini merupakan akhir dari aksi terorisme di bumi nusantara,” tutup Syarif. (*/qrf)