Jelang Pilkada, Informasi Hoax di Kalbar Meningkat 300 Persen

oleh -955 views
Ehdo Sinaga trainer bersertifikat Google News Initiative saat menyampaikan materi dalam Workshop Hoax Busting and Digital Hygiene di Aula RRI (13/4/2018)

PONTIANAK, KILASKALBAR.com – Informasi hoax atau berita palsu belakangan ini semakin masif beredar di kalangan masyarakat.

Bahkan, berdasarkan catatan informasi dari bidang Cyber Crime Polda Kalbar, sejak bulan Januari hingga Maret 2018, terjadi kenaikan hingga 300 persen informasi HOAX ditengah masyarakat.

Angka tersebut lebih tinggi dibanding medio yang sama tahun 2011 lalu. Jumlah tersebut diprediksi akan terus meningkat pada saat menjelang hari H Pilkada.

Kondisi tersebut diungkapkan Dian Lestari, Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Pontianak dalam Workshop Hoax Busting and Digital Hygiene bekerjasama dengan Google News Intiative dan Internews di Aula LPP RRI Pontianak, Jumat (13/4/2018).

Kegiatan tersebut diselenggarakan untuk mencegah peredaran HOAX yang semakin masive beredar ditengah masyarakat.

“Ini tentu menjadi perhatian serius bagi kita karena dengan banyaknya berita berisi kebohongan, tentu ini menjadi hal yang menyesatkan masyarakat dan dapat menimbulkan berbagai hal negatif, termasuk potensi konflik yang ada,” ujar Dian dikutip dalam siaran pers, Jumat malam.

Dengan adanya kegiatan ini, sambung Dian, diharapkan para peserta bisa bersama-sama mencegah berita HOAX tersebut.

“Salah satunya dengan mengetahui bagaimana berita HOAX itu,” katanya.

Kegiatan tersebut menghadirkan tiga orang nara sumber, Andi Fachrizal dari Mongabay Indonesia, Aribowo dan Ehdo Sinaga trainer bersertifikat Google News Initiative.

Dalam kesempatan yang sama, Koordinator Internews Arfi Bambani mengatakan, Indonesia merupakan salah satu pengguna internet terbesar.

Dimana dalam kasus tersebut google merasa memiliki andil besar dalam mengantisipasi penyebaran berita HOAX serta bagaimana menggunakan tols yang ada di internet untuk mengecek keaslian dari suatu berita atau informasi.

“Dengan kegiatan ini, kita akan memberikan masukan kepada peserta untuk menggunakan tols-tols yang ada di internet, agar bisa memverifikasi berita atau informasi HOAX yang beredar di dunia maya,” ujarnya.

Kepala LPP RRI Pontianak, Sofrani Razak mengatakan, sebagai salah satu lembaga penyiaran publik yang langsung bertanggung jawab kepada presiden, pihanya akan selalu independen dan terus memerangi HOAX.

Menyikapi kondisi tersebut, RRI juga akan memanfaatkan peran strategisnya sebagai media yang berdiri di tengah-tengah kesimpangsiuran informasi akibat maraknya berita hoax di media sosial.

“RRI akan menjadi garda terdepan dalam menyampaikan informasi yang jauh dari hoax,” kata Sofrani.

“Posisi itu akan menjadikan RRI sebagai media rujukan bagi mereka yang membutuhkan informasi yang benar, proposional, dan berimbang. Selain juga menjadi tempat bagi masyarakat untuk menyampaikan harapan dan aspirasinya,” tambahnya.

Secara khusus Sofrani berharap, peserta yang mengikuti kegiatan ini, bisa memberikan informasi dari materi yang didapatnya kepada masyarakat, agar bisa bersama-sama mengantisipasi berita HOAX ditengah masyarakat.
(*/Noy)