Ketua IKBM Kalbar Serukan Lintas Etnis Merekatkan Persaudaraan

oleh -1.655 views
Deklarasi pemilu damai di sela acara coffee morning di Rumah Adat Melayu.

PONTIANAK, KILASKALBAR.com – Ikatan Keluarga Besar Madura (IKBM) Kalimantan Barat menjadi tuan rumah Forum Komunikasi Lintas Etnis Kalbar, yang digelar di Rumah Adat Melayu, Jumat (12/10/2018).

Sejumlah tokoh masyarakat dan adat serta unsur aparat, di antaranya Kapolda Kalbar Irjen Pol Didi Haryono dan pihak Kodam XII/Tanjungpura hadir dalam kegiatan yang dibalut dengan acara coffee morning tersebut.

Ketua Umum IKBM Kalbar, Sukiryanto dalam sambutannya menyebutkan, forum lintas etnis ini mengangkat tema “Mempererat Komunikasi Lintas Etnis di Kalbar Guna Menjaga Pemilu yang Aman, Damai dan Sejuk”.

Sukiryanto menyatakan tema tersebut diangkat sebagai cita-cita bersama lintas etnis yang menginginkan Kalbar kondusif dalam pesta demokrasi 2019 mendatang.

Dia menyerukan setiap etnis di Kalbar agar saling menjaga keharmonisan dan persaudaraan. Perbedaan dalam pandangan politik merupakan hak atau privasi yang tak perlu diumbar apalagi menjadi cikal bakal pemicu perpecahan.

Maka itu menurutnya, forum seperti ini memang perlu dilakukan secara berkelanjutan. Ini adalah upaya bersama dan bentuk tanggung jawab para tokoh untuk mempererat persaudaraan antara masyarakat yang berimplikasi pada persatuan dan kesatuan Kalbar secara menyeluruh.

“Kami selalu berkomunikasi. Kami terus mendukung dan ikut menjamin kemanan Kalbar apabila memang ada potensi gesekan. Di rumah ini (Rumah Adat Melayu) kami biasa bertemu untuk berbincang mencari solusi-solusi,” katanya.

Ketua Umum IKBM Kalbar, Sukiryanto menandatangani deklarasi pemilu damai.

Melalui komunikasi lintas etnis, menurutnya sangat penting agar kalangan masyarakat bawah memahami setiap hal yang terjadi agar tidak dikaitkan dengan status etnis, suku atau golongan.

“Masih ada kalangan masyarakat yang mengaitkan setiap kejadian itu adalah urusan antar etnis. Yang dicari sukunya, bukan orangnya. Sehingga yang seperti ini bisa memicu perpecahan. Maka itu kita berembuk di sini untuk menghilangkan persepsi masyarakat yang seperti itu,” ujarnya.

Maka itu, diperlukan pula peran tokoh masyarakat dan adat serta lainnya agar memberikan pemahaman kepada masyarakat agar tak membenturkan permasalahan apapun dengan status golongan.

Sementara berkaitan dengan Pemilu 2019, Sukir mengajak semua pihak untuk sama-sama menjaga kondusifitas. Tidak termakan hasutan terlebih membawa isu SARA. Sehingga, pesta demokrasi yang akan berlangsung di Indonesia khususnya Kalbar tidak tercoreng.

Sukir menyatakan, dengan pertemuan di multi etnis ini perlu selalu dijadwalkan, guna menjaga ketentraman, kedamaian dan Kamtibmas di Kalbar.

Kegiatan ini juga diisi dengan deklarasi dan penandatanganan komitmen bersama untuk mendukung Pemilu damai. (app)