Eksekusi Tanah di Seberang Masjid Raya Singkawang, Ahli Waris Melawan

oleh -2.706 views
Ahli waris menolak pihak Pengadilan Negeri Singkawang eksekusi tanah.

SINGKAWANG, KILASKALBAR.com – Eksekusi tanah di depan Masjid Raya, Jalan Merdeka, Kelurahan Melayu, Kecamatan Singkawang Barat, Kota Singkawang, diwarnai ketegangan.

Ahli waris melakukan perlawanan saat pihak Pengadilan Negeri Kelas 1.B Kota Singkawang hendak membacakan surat eksekusi. Salah satu ahli waris juga sempat berteriak ke petugas.

“Aku tidak rela tanah ini dijual. Lebih baik kami sumbangkan tanah ini ke masjid,” ujar salah satu ahli waris.

Proses pembacaan surat eksekusi itu sendiri berlangsung pada Rabu (11/7/2018), sekira pukul 09.00 WIB. Pihak ahli waris tanah milik Muhammad Hoesain Saula Marican yang tidak terima mengusir pihak Pengadilan Negeri Singkawang yang datang.

Setelah berlangsung alot, pihak pengadilan membacakan surat eksekusi. Dalam permbacaan eksekusi, pihak ahli waris tetap tidak mau mendengarkan pembacaan surat eksekusi yang dilakukan pihak pengadilan. Karena menurut ahli waris, hal itu merupakan surat tidak sah.

“Saya tidak mau mendengarkan. Hal itu tidak sah karena tidak ada pemberitahuan kepada kami sebagai pihak ahli waris. Jika mau membacakan di luar sana jauh- jauh, jangan di sini. Yang jelas Kami menolak,” kata Dani Rizaldy.

Dani mengatakan, permasalah ini berlangsung sejak 1991 di mana salah satu ahli waris membuat SKT yang di sinyalir ilegal dan tanpa dasar.

“Oknum ahli waris tersebut membuat SKT tanpa dasar. Dan pada tahun 2010 oknum tersebut melakukan transaksi kepada pembeli berinisial LK dan LN. Tanpa sepengetahuan ahli waris lainnya. Dan tanpa dokumen yang sah,” kata Dani.

Lanjut Dani, pada 2014 pernah dilakukan sidang, dan pada sidang tersebut Dani mengklaim ahli waris memenangi sidang.

Dani menuturkan, pihaknya sangat kecewa dengan sikap Pengadilan Negeri yang tiba-tiba melakukan eksekusi. Perlawan yang dilakukan, karena tidak ada pemberutahuan kepada ahli waris terkait eksekusi.

“Tidak ada pemberitahuan kepada ahli waris. Itupun saya hanya tahu dari mulut ke mulut tanpa ada pemberitahuan ke kami,” kata Dani. (mizar)