Balai Penyuluh Pertanian se-Kalbar Dibekali Peningkatan Kapasitas

oleh -1.858 views
Para penyuluh BPP se-Kalbar berfoto bersama Kadistan-TPH Kalbar, Heronimus Hero, pada kegiatan Bimtek peningkatan kapasitas di Pontianak, Kamis (12/7/2018).

PONTIANAK, KILASKALBAR.com – Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura (Distan-TPH) Kalbar menggelar bimbingan teknis (bimtek) peningkatan kapasitas Balai Penyuluh Pertanian (BPP) se-Kalbar di Hotel Garuda, Pontianak, Kamis (12/7/2018).

Kepala Distan-TPH Kalbar, Heronimus Hero mengatakan, bimtek dimaksudkan untuk menggerakkan BPP sebagai simpul para penyuluh pertanian.

“Tujuannya untuk menggerakkan, karena BPP inikan simpul koodinasinya para petugas penyuluh, mantri tani, pengamat organisme penggangu tumbuhan, dan pengawas benih tanaman,” ujarnya kepada KILASKALBAR.com.

Hero menuturkan, para penyuluh di BPP ini adalah ujung tombak Distan-TPH di daerah, khususnya di setiap kecamatan. Secara khusus, peningkatan kapasitas ini dimaksudkan agar BPP dapat lebih gencar dalam menggerakkan para petugas penyuluh pertanian.

“Bisa memobilisasi, menggerakkan masyarakat khususnya pelaku usaha tani untuk meningkatkan produksi pangan,” ucapnya.

Peserta bimtek ini akan dibekali di antaranya dengan pengetahuan kebijakan pembangunan pertanian tanaman pangan dan holtikultura.

“Karena mereka harus tahu apa-apa yang menjadi target kita. Termasuk berapa luas yang harus ditanam di Kalimantan Barat, berapa produksi yang ingin dicapai 2018, dan apa strategi-strategi yang harus dijalankan,” kata Hero.

Selain itu, peserta juga akan diperkenalkan dengan beberapa aplikasi informasi yang dapat mempermudah sistem kerja para penyuluh.

“Kemudian ada juga pemantauan untuk pemanfaatan alat mesin pertanian di lapangan, biar lebih efektif mendukung peningkatan produksi,” tutur Hero.

Lebih lanjut Kadistan-TPH Kalbar mengatakan, selain mempersolid para penyuluh yang ada di BPP, lebih jauh peningkatan kapasitas ini diharapkan dapat berdampak baik bagi para petani yang ada di Kalbar.

“Mereka harus semakin solid sebenarnya. Karena petani berharap besar pada para petugas di lapangan. Makanya tadi saya sampaikan bahwa BPP ini simpul koordinasinya para petugas lapangan yang mendukung pembangunan pertanian. Nah, di situ mereka berfungsi sebagai sumbernya informasi bagi para petani khususnya. Kemudian sumber jaringan,” tuturnya.

Menurut Hero, keberadaan BPP sangatlah strategis, di mana wadah yang berpusat di setiap kecamatan ini, dapat lebih memudahkan dalam hal koordinasi di tingkat daerah.

“Karena armada kita di provinsikan terbatas. Nah BPP inikan di kecamatan, jadi di kecamatan inilah yang langsung ke desa-desa melalui penyuluhnya yang berkoordinasi dengan BPP agar lebih efektif menggerakkan,” ucapnya.

“Total di Kalimantan Barat ini ada 145 (BPP). Memang ada beberapa kecamatan yang belum ada BPP, karena keterbatasan SDM. Jadi ada beberapa kecamatan masih gabung,” kata Hero. (qrf)