FRKP: Pengacara Frantinus Nirigi Memang Tidak Dibayar

oleh -2.192 views
Sidang candaan dalam pesawat Lion Air di PN Mempawah, Senin (3/9/2018).

PONTIANAK, KILASKALBAR.com – Pengacara yang mendampingi Frantinus Nirigi dari Kantor Advokat dan Konsultan Hukum Andel & Associates tak dibayar sepeser pun dalam menangani kasus yang dihadapi terdakwa FN saat ini.

Pernyataan tersebut disampaikan ketua Forum Relawan Kemanusiaan Pontianak (FRKP) dan JPIC Kapusin, Bruder Stephanus Paiman menanggapi tudingan Ketua Majelis Hakim PN Mempawah yang menyebutkan jika Andel dibayar oleh kliennya sehingga ngotot dalam membela Frantinus.

Dalam sidang tersebut, terjadi adu argumen antara pengacara, saksi dan jaksa yang ditengahi oleh majelis hakim.

Apa yang dilakukan Andel, sebut Stephanus, murni sebagai bentuk rasa kemanusiaan dalam mendampingi kasus ini.

“Saya keberatan dengan pernyataan Ketua Majelis Hakim yang mengatakan bahwa lawyer dibayar untuk mendampingi kasus ini,” ujar pria yang disapa Bruder Step ini usai menghadiri sidang di PN Mempawah, Senin (10/9/2018) malam.

Dalam membela klien, sebut Bruder Step, sudah sewajarnya jika kuasa hukum berupaya membela klien yang didampinginya dengan harapan dibebaskan.

“Yang perlu diketahui masyarakat adalah bahwa bapak Andel adalah salah seorang lawyer FRKP & JPIC Kapusin,” ungkapnya.

“Keluarga Frantinus Nirigi datang ke sekretariat FRKP di Purnama untuk minta bantuan pendampingan,” tambah biarawan Kapusin ini.

Saat didatangi pihak keluarga di sekretariat FRKP, Bruder Step kemudian mempelajari kasus tersebut dan meminta Andel untuk mendampingi Frantinus.

“FRKP dan JPIC Kapusin meminta Andel untuk mendampingi kasus ini gratis,” katanya.

Hal tersebut, sambung Bruder Step, mengingat bahwa Frantinus adalah seorang anak perantau dari Papua dan berasal dari keluarga kurang mampu.

“Maka dalam proses ini, FRKP dan JPIC Kapusin membantu memfasilitasi biayanya,” jelasnya.

Terkait hal tersebut, Andel mengatakan bahwa apa yang ia lakukan untuk Frantinus memang dilakukan secara sukarela atas dasar rasa kemanusiaan tanpa meminta bayaran.

“Sepeser pun saya tidak meminta biaya, kalau tidak percaya, silahkan tanya kepada pihak keluarga,” ungkap Andel. (noy)