Komandan Skadron Udara 1 Pimpin Penerbang Hawk pada Latihan Parasailing Koopsau I

oleh
Suasana usai latihan terbang.

KUBU RAYA, KILASKALBAR.com Komandan Skadron Udara (Skadud) 1 Elang Khatatulistiwa, Letnan Kolonel (Letkol) Pnb Supriyanto mengaku sangat bangga bisa mengkuti Latihan Parasailing Tahun Anggaran 2018. Kegiatan tersebut rutin jadi ajang refreshment  para penerbang Skadud 1.

Pada latihan tersebut, para penerbang Skadud 1 bergabung dengan para penerbang dari dua Skadud lainnya, yaitu Skadud 12 Black Panther dan 16 dari Lanud Roesmin Nurjadin. Total peserta latihan adalah 33 penerbang pesawat tempur.

Skadud I sendiri bermarkas di Pangkalan TNI AU (Lanud) Supadio, Pontianak. Skadron tempur ini mengawaki pesawat tempur Hawk 100/200. Adapun keikutsertaan pada Latihan Parasailing, Skadud 1 mengirimkan 10 penerbangnya, termasuk sang Komandan.

“Tentunya kita sangat intersting dengan latihan ini. Ajang tahunan ini kita jadikan refreshing terhadap kemampuan kita tentang tata cara penyelamatan, terutama ejection saat mendarat di permukaan air,” ujar Letkol Pnb Supriyanto.

Latihan Parasailing sendiri digelar oleh Komando Operasi TNI AU (Koopsau) I, di Pantai Tanjung Benoa, Bali. Latihan yang merupakan agenda tahunan Koopsau I ini, dilaksanakan tiga hari, 9-11 November 2018.

Bagi para penerbang Skadud I yang mengawaki Pesawat Hawk 100/200, latihan tersebut juga menjadi wadah pengembangan menambah wawasan dan pengetahuan, terutama tentang aplikasikan teori dan prosedur dalam bentuk praktek escape dan eject.”Kegiatan ini pada intinya adalah merefres profisiensi setiap penerbang terkait dengan pelaksanaan emergency saat escape dan eject. Saya berharap, semua penerbang yang ikut kegiatan ini, bisa mengambil manfaatnya,” papar Danskadron 1. (*)