PMII Kalbar Minta Aparat Tindak Tegas Gerakan #2019GantiPresiden

oleh -6.363 views
Aksi damai PMII Kalbar tolak gerakan #2019GantiPresiden di Tugu Digulist Untan, Pontianak, Jumat (10/8/2018).

PONTIANAK, KILASKALBAR.com – Penolakan tanda pagar (tagar) #2019GantiPresiden yang terjadi di sejumlah daerah, juga dilakukan di Pontianak, Kalimantan Barat. Aksi penolakan digelar oleh ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kalbar di Tugu Digulist Untan, Jumat (10/8/2018).

PMII Kalbar menilai, aksi damai dilakukan lantaran #2019GantiPresiden dinilai suatu respon dari kelompok tertentu yang inkonstitusional.

“PMII adalah organisasi netral yang sifatnya independen tidak terlibat langsung dalam politik praktis. Namun PMII wajib mengawal gerakan-gerakan yang inkonstitusional termasuk gerakan 2019 Ganti Presiden. Gerakan ini merupakan pembodohan publik dan memanfaatkan media sebagai alat kampanye di luar waktu yang ditentukan oleh Komisi Pemilihan Umum,” tegas Farianto, koordinator lapangan aksi.

Farianto menegaskan bahwa masyarakat Indonesia saat ini harus cerdas dalam menggunakan media sosial. Ketika memang ingin memberikan kritik kepada pemerintah, jelas harus dengan data-datanya serta solusi yang baik bukan malah membuat gerakan yang seakan ingin melakukan makar dalam sistem pemerintahan yang sudah berlaku.

Dalam orasinya, orator aksi, Rini Musdalifah menyatakan, dirinya sangat menyayangkan gerakan hastag 2019 Ganti Presiden yang dinilai inkonstitusional.

“Kader PMII yang merupakan agen Of change dan agen of control, harus cerdas menyikapi gerakan-gerakan yang inkonstitusional. Tentu dengan asas PMII yakni Pancasila akan menjadi penguat kita bersama dalam menjaga NKRI. Dengan alasan itu kami mendesak Polri segera menyelesaikan persoalan tersebut,” ucapnya lantang.

Dalam aksi tersebut, PMII Kalbar jug menyampaikan bela sungkawa untuk korban gempa di NTB.

“Masyarakat Indonesia hari ini juga sedang berduka terkhusus masyarakat Lombok. Saya imbau kepada kader PMII se-Kalimantan Barat agar senantiasa mendoakan saudara-saudara kita di Lombok, bukan malah menganggap bahwa bencana itu merupakan azab,” kata Rini.

Aksi damai ditutup dengan pembacaan pernyataan sikap PMII Kalbar langsung oleh sang ketua, Muammar Kadafi.

1. PMII Kalbar “menolak gerakan #2019 Ganti Presiden yang inkonstitusional.

2. PMII Kalbar menolak segala bentuk gerakan pemecah belah bangsa untuk kepentingan politik.

3. PMII Kalbar mengajak elemen masyarakat agar mengawal pesta demokrasi 2019.

4. PMII Kalbar menolak menyebarkan isu SARA dan haoks untuk kepentingan Pemilu 2019 dan mendukung Pemilu damai 2019.

5. PMII Kalbar mendesak Polri untuk menindak tegas gerakan #2019 Ganti Presiden.

6. PMII Kalbar turut berduka cita sedalam-dalamnya atas bencana gempa bumi yang menimpa saudara-saudara kita di Lombok, NTB. (*/qrf)