Badan Keuangan Daerah Singkawang Sosialisasikan Kenaikan Tarif Pajak

oleh -2.336 views
Sosialisasi terkqit tarif pajal hotel, restoran, dan rumah makan di Hotel Swissbel Singkawang.

SINGKAWANG, KILASKALBAR.com – Badan Keuangan Daerah (BKD) Kota Singkawang menggelar sosialisasi perubahan Perda Pajak Daerah tahun 2018 Kota Singkawang di Aula Swissbell, Singkawang, Senin (9/10/2018).

Hadir dalam kegiatan tersebut seluruh organisasi perangkat daerah (OPR) terkait kegiatan ini dan seluruh wajib pajak.

Kepala BKD Kota Singkawang Muslimin mengatakan, kegiatan sosialisasi pajak daerah ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada wajib pajak atau wajib pungut, terutama wajib pajak hotel, rumah makan, dan hiburan.

“Di mana pada awal Januari 2019 nantinya akan ada perubahan tarif. Di mana selama ini hanya 8 persen untuk pajak hotel, rstoran dan hiburan. Sesuai dengan Permendagri akan dinaikan menjadi 10 persen,” ungkapnya.

Muslimin mengatakan, kenaikan yang akan dituangkan dalam Perda ini merupakan sesuai dengan Pemendagri yang telah diusulkan dan disetujui Mendagri.

“Ini bukan merupakan meningkatkan pajak, karena semua pajak di daerah lain telah diberlakukan 10 persen. Sesuai dengan UU Nomor 8 tahun 2009,” katanya.

Ia menjelaskan, waktu Perda dibentuk pada saat pembentukan untuk membangun Kota Singkawang dari dunia usaha. Jadi saat ini baru disahkan.

“Oleh karena aturan yang berlaku dan didorong oleh Badan Pemeriksaan Keuangan dan sebagainya. Bahwa pajak ini harus disesuaikan dengan semestinya. Jadi kita lakukan hal ini,” terang dia.

Lebih lanjut, sosialisasi ini langsung dilakukan dari pihak Kemendagri selaku evaluator terkait dengan Perda Pajak Daerah.

“Harapan kita nantinya pada tahun 2019, PAD kita akan meningkat sesuai dengan peningkatan 2 persen dari tarif yang sekarang hanya 8 persen penjadi 10 persen,” harapnya.

Sejauh ini, kata Muslimin, dari capaian total PAD untuk pajak hotel, restoran, dan rumah makan mencapai 120 persen realisasi hingga September 2018.

“Pada akhir tahun ini kami akan mencoba meng-up beberapa sektor pajak terkait. Baik hotel, restoran, dan hiburan ini kita telah menaikkannya hingga kurang lebih 5 miliar di mana semula hanya 38 miliar. Naik menjadi 42 miliar, ” pungkasnya.

Muslimin berharap nantinya dalam sektor pajak hotel, restoran, dan hiburan akan semakin baik.

“Untuk pajak hotel, restoran, dan rumah makan, saya yakin target penetapan kenaikan 2 persen pajak ini juga akan semakin meningkat,” tuturnya. (mizar)