Kodim 1201/Mempawah dan Pemkab Landak Bahu Membahu Buka Keterisolasian Sempatung

oleh -1.625 views
Kerjasama Pemkab Landak dan Kodim 1201/Mempawah.

LANDAK, KILASKALBAR.com – Kodim 1201/Mempawah melaksanakan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-102 di Desa Sempatung, Kecamatan Air Besar, Kabupaten Landak. Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat peran TNI dalam meningkatkan infrastruktur jalan yang ada di desa itu.

Sebagaimana diketahui, Desa Sempatung selama ini dikenal daerah paling terpencil di Kabupaten Landak. Sebelum adanya pembukaan badan jalan menuju desa, jarak tempuh dari ibukota kabupaten, Ngabang, bisa memakan waktu hingga 13 jam. Hanya dengan jalan tikus bisa menembus dengan jarak tempuh dengan menggunakan sepeda motor untuk mencapai ke sana.

Sejak 2013, Pemkab Landak telah membuka lajur jalan yang diharapkan membuka askes daerah terisolir tersebut. Mulai saat itu setiap tahunnya, Pemkab setempat terus berusaha membuka badan jalan untuk mempersingkat rentang waktu masyarakat menuju ke Ngabang, atau ke Entikong di Kabupaten Sanggau, dan Bengkayang, sebagai daerah terdekat di sana.

Medan yang cukup berat, pembangunan infrastruktur di sana yang cukup sulit dilakukan. Untuk mencapai desa saja, harus melalui beberapa perbukitan. Pada tahun ini, Pemkab Landak menggandeng TNI untuk menggelar program TMMD di Desa Sempatung.

Karolin Margret Natasa sebagai Bupati merasa perlu menggandeng berbagai pihak untuk mempercepat pembangunan infrastruktur di kabupaten itu. Beruntung, niat tersebut mendapat sambutan luar biasa dari Kodim 1201/Mempawah untuk memfokuskan kegiatan TMMD tahun 2018 ini di Desa Sempatung.

“Terkait sinergisitas itu, melalui program TMMD ke-102 yang dilaksanakan di Desa Sempatung, sejak tanggal 10 Juli sampai 8 Agustus 2018 itu, TNI AD bersama masyarakat setempat berhasil menjalankan lima pekerjaan infrastruktur jalan,” kata Dandim 1201/Mempawah, Letkol Arm Anom Wirassunu, di Ngabang, Kamis (8/8/2018).

Lima infrastruktur jalan itu diantaranya, peningkatan jalan dengan ukuran lebar 6 meter sepanjang 7,3 kilometer, pekerjaan rabat beton dengan lebar jalan 2 meter dan panjang 500 meter, pekerjaan 1 unit jembatan dengan lebar dua meter dan panjang 13,5 meter, pembangunan 1 unit jembatan dengan lebar 2 meter dan panjang 6,4 meter serta pembangunan tiga unit jembatan box dengan lebar 3 meter dan panjang 1 meter.

Selama kegiatan TMMD tersebut, Kodim 1201/Mempawah mengerahkan 100 personel dan dibantu tenaga masyarakat pendukung sebanyak 40-50 orang per hari.

“Sebagai bentuk pertanggung jawaban terhadap pelaksanaan program ini, hari Rabu kemarin, kita melakukan proses serah terima kepada Bupati Landak, ibu Karolin yang disaksikan langsung oleh Pangdam XII/Tanjungpura, Mayjen TNI Achmad Supriyadi,” ucap Anom.

Ia berharap, kegiatan TMMD yang berlangsung selama 30 hari itu bisa memberikan perubahan bagi masyarakat Sempatung dan sekitarnya, terlebih dengan semakin baiknya akses jalan yang ada, diharapkan mampu melancarkan aktivitas masyarakat dan berdampak pada peningkatan ekonomi di sana.

“Selama kegiatan ini, kita sangat bersyukur karena Pemkab Landak memberikan dukungan penuh dalam pelaksanaannya. Demikian kepala desa dan masyarakat Sempatung, juga berperan aktif dalam menyukseskan kegiatan ini,” tuturnya. (*/qrf)