Kopdar Kebudayaan, Sukiryanto Ajak Milenial Apresiasi Para Budayawan dan Seniman

oleh -1.493 views
Ketua IKBM Kalbar, Sukiryanto bersama narasumber di Kopdar Kebudayaan.

PONTIANAK, KILASKALBAR.com – Ketua Ikatan Keluarga Besar Madura (IKBM) Kalimantan Barat, Sukiryanto menjadi salah satu pembicara dalam Kopdar Kebudayaan yang digelar oleh Persatuan Orang Melayu (POM) Kalbar, di Kafe Akbar, Jalan Selat Karimata, Pontianak, Sabtu (9/3) malam.

Kopdar Kebudayaan kali ini bertajuk “Apresiasi Kepada Seniman dan Budayawan yang Telah Mengangkat dan Mengharumkan Kalbar”.

Kegiatan ini juga diiisi sejumlah narasumber yakni Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono, Kapolresta Pontianak Kombes Pol M Anwar Nasir, Ketua POM Kalbar Agus Setiadi serta seniman dan musisi Kalbar di kancah nasional, Yudi Arwana.

Sukiryanto menyebutkan, ruang diskusi seperti ini memang patut digencarkan. Ini adalah wadah untuk merawat kebudayaan. Mengenal dan mengapresiasi para budayawan dan seniman yang telah berkiprah membawa harum nama Kalbar di level lokal dan nasional.

“Tak dipungkiri banyak seniman, musisi atau budayawan Kalbar bisa unjuk kebolehan dan bersaing di nasional. Tapi sayang, banyak kita, terutama generasi sekarang ini yang tak kenal. Maka itu, ruang-ruang diskusi seperti ini patut dibuka, agar generasi milenial sekarang juga tahu siapa saja tokoh budaya yang ada di Kalbar ini,” jelasnya.

Tokoh masyarakat Madura ini menuturkan, para budayawan dan seniman adalah pewaris nilai-nilai budaya dan kearifan lokal di Kalbar. Maka itu peran para budayawan dan seniman ini patut diapresiasi.

“Apresiasi setinggi-tingginya bagi mereka yang bekerja keras untuk melestarikan budaya daerah. Akulturasi budaya di Kalbar adalah berkah yang harus kita syukuri. Keberagaman budaya kita, adalah kekayaan Kalbar,” katanya.

Untuk itu, Sukiryanto mengajak seluruh elemen terutama para milenial dan generasi muda agar menghargai peran para budayawan dan seniman ini. Mengenal kebudayaan, menurutnya adalah upaya untuk mencintai bangsa Indonesia.

“Bangsa yang besar, adalah bangsa yang menghargai pahlawan. Nah, budayawan ini adalah pahlawan juga. Pahlawan yang memperjuangkan kelestarian budaya. Berbudaya, berarti kita mencintai daerah dan negara ini,” jelasnya.

Sukiryanto juga menceritakan pengalamannya dalam membangun budaya terutama kebudayaan Madura di Kalimantan Barat. Salah satunya melalui Rumah Budaya Madura yang terletak di Jalan Selat Panjang, Kecamatan Pontianak Utara.

Rumah budaya tersebut adalah pusat perkembangan kebudayaan Madura di Kalbar. Terlebih posisinya yang strategis di antara Kabupaten Kubu Raya dan Kota Pontianak. Keberadaan rumah budaya ini, juga menjadi simbol eksistensi etnis Madura sehingga dapat lebih dikenal oleh masyarakat luas. (*)