Kirab Satu Negeri di Kalbar, Parade Bendera Merah Putih Berkibar di Perbatasan Entikong

oleh -2.891 views
Parade bendera Merah Putih pada acara puncak, apel Kirab Satu Negeri di PLBN Entikong, Sanggau, Minggu (7/10/2018).

SANGGAU, KILASKALBAR.com – Ratusan pria dan wanita berpakaian loreng bersepatu bot militer lengkap mengenakan baret hitam di kepala, melangkah tegas serentak dalam satu barisan dengan memegang tiang yang terikat bendera Merah Putih pada acara apel kebangsaan di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Entikong, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, Minggu (7/10/2018).

Apel yang digelar Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kalimantan Barat ini merupakan rangkaian kegiatan Kirab Satu Negeri (KSN). Apel diikuti pengurus GP Ansor, Banser, organisasi kepemudaan, warga setempat, dan perwakilan dari Forkopimda Kabupaten Sanggau. Hadir pula Ketua Bawaslu Kalbar dan Wakapolres Sanggau.

“Apel ini adalah bagian dari kegiatan Kirab Satu Negeri yang kita adakan di perbatasan yang ada di Sanggau,” ujar Ketua PW GP Ansor Kalbar Muhammad Nurdin.

Nurdin mengatakan, melalui KSN pihaknya mengajak seluruh elemen masyarakat yang ada di Kalbar untuk berkomitmen sekaligus meneguhkan dalam menjaga kebhinekaan dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Semangat dan nilai-nilai perjuangan para pahlawan dalam mewujudkan NKRI inilah yang ingin kita gelorakan. Ansor dan Banser siap menjaga NKRI dan siap berhadapan dengan siapapun yang ingin memecah belah bangsa ini,” tegasnya.

Apel KSN yang dipusatkan di PLBN Entikong merupakan acara puncak KSN Zona Nunukan titik nol Entikong. Nurdin menjelaskan, dipilihnya Entikong yang berbatasan dengan Malaysia, karena GP Ansor Kalbar ingin memperkuat wilayah tersebut.

“Isu yang kami bawa selain kedaulatan daerah perbatasan, yakni sektor ekonomi, pembangunan dan lain sebagainya. Kita pahami, daerah perbatasan adalah beranda suatu negara. Jadi, daerah ini harus bisa maju dan berkembang. Ketahanan wilayahnya juga harus terus ditingkatkan, termasuk menanamkan semangat NKRI kepada masyarakat di perbatasan,” ucapnya.

Saat ini, GP Ansor Kalbar bersama pengurus cabang se-kabupaten/kota masih melanjutkan rangkaian kegiatan KSN. Daerah berikutnya yang akan disinggahi adalah Kabupaten Landak.

Kirab yang mengusung tema “Bela Agama Bela Negeri” ini berkeliling ke beberapa kabupaten/kota di Kalimantan Barat. Di setiap daerah yang disinggahi, pemuda Ansor dan Banser melakukan beragam aktivitas, di antaranya bakti sosial, zikir bersama, dan lain sebagainya.

“Alhamdulillah kita juga telah melaksanakan zikir akbar di Pesantren Miftahul Hidayah Balai Karangan. Kita mendoakan agar Indonesia selalu menjadi negeri yang aman, damai, dan senantiasa diberi keberkahan dari Allah. Kita juga mendoakan para korban gempa di Sulawesi Tengah, selain kita menggalang bantuan untuk para korban,” kata Nurdin.

Di tingkat nasional, KSN dimulai dari lima titik daerah terluar di Indonesia, yakni Sabang, Nunukan, Pulau Miangas, Pulau Rote, dan Merauke, pada 16 September sampai 26 Oktober 2018.

KSN direncanakan berakhir di Kota Yogyakarta pada 26 Oktober 2018. Pada acara puncak ini bakal dihadiri Presiden RI Joko Widodo.

Selain itu, di Yogyakarta, sebelumnya akan disenggarakan juga Global Unity Forum (GUF) II yang akan menghadirkan berbagai tokoh agama dan perdamaian dari dalam dan luar negeri. (qrf)