Daniel Johan Siap Kawal Aspirasi Masyarakat Suti Semarang soal Infrastruktur Jalan

oleh -1.862 views
Daniel Johan saat melewati jembatan yang rusak untuk menuju Suti Semarang, Kabupaten Bengkayang.

BENGKAYANG, KILASKALBAR.com – Melakukan kunjungan kerja ke beberapa desa di Kecamatan Suti Semarang, Kabupaten Bengkayang, Sabtu (6/10/2018), Anggota DPR RI Daniel harus melewati medan yang tak mudah untuk sampai ke sana.

Diketahui, dari ibukota kabupaten, untuk sampai ke Suti Semarang, menggunakan mobil waktu tempuhnya bisa sekitar lima jam perjalanan. Tentu bisa dibayangkan betapa beratnya medan untuk sampai ke daerah tersebut.

Setibanya di lokasi, Daniel mendapatkan sambutan hangat dari masyarakat setempat. Politisi PKB ini mengungkapkan, Suti Semarang adalah desa ke-935 yang ia datangisejak pertama kali ia turun ke desa-desa untuk menyerap aspirasi masyarakat di Kalbar.

“Ini desa ke-935 yang saya kunjungi. Waktu kampanye pemilu kemarin saya ke 809 desa se-Kalbar, bersalaman langsung dengan 29 ribu orang. Setelah dilantik saya kembali 809 desa tersebut, dan setahun terakhir baru ke desa-desa baru. Dari 935 saya kunjungi, Suti Semarang nomor satu, paling jelek jalannya,” ungkapnya.

Kehadiran Daniel di Suti Semarang karena dirinya mengetahui betapa masyarakat sudah lama mendambakan adanya pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan di sana.

Daniel mengungkapkan, dirinya memahami betul bagaimana menderitanya masyarakat Suti Semarang, karena infrastruktur jalan jalan dan jembatan yang jelek sudah dirasakan masyarakat sejak 17 tahun lamanya.

Tambah lagi, sambung Daniel, masyarakat yang ingin membangun jalan ataupun rumah dengan menggunakan semen, harganya sangat fantastis, Rp 175 ribu per saknya karena untuk menuju desa ini sangat berat. Wajar bila masyarakat Suti Semarang penderitaannya berlipat ganda.

Akses jalan menuju Suti Semarang.

Ia menegaskan, akan menyampaikan aspirasi masyarakat Suti Semarang ke Gubernur Kalbar untuk segera mendapatkan perhatian.

“Artinya aspirasi itu kita dorong dengan sungguh-sungguh, serius ke Pak Midji, agar Pak Midji dapat memperhatikan jalan yang sangat rusak. Padahal di sana menjadi daerah yang potensinya sangat baik. Bahkan saya sudah inisiatif komunikasi langsung dengan Kementerian PUPR, dengan staf khususnya, termasuk menyampaikan hal ini kepada Presiden agar dapat perhatian,” ungkap dia.

“Menteri PUPR memberikan masukan, karena ini jalan provinsi ada tiga hal yang bisa dilakukan, apakah itu DAK Pusat, atau dari APBD Provinsi. Tapi ada cara ketiga bahwa bisa menjadi kebijakan khusus Menteri maupun Presiden, dan hal ini bisa dilakukan jika Gubernur memberikan surat permohonan formal kepada Menteri PUPR dan Presiden. Saya siap mengawal surat itu langsung,” tutur Daniel. (*/qrf)