Sertijab Pj Gubernur ke Sutarmidji, Dodi Minta Maaf

oleh -1.943 views
Penjabat (Pj) Gubernur Kalbar Dodi Riyatmadji melakukan serah terima jabatan (Sertijab) kepada Gubernur Kalbar periode 2018-2023, Sutarmidji di Balai Petitih Kantor Gubernur Kalbar, Jumat (7/9/2018).

PONTIANAK, KILASKALBAR.com – Penjabat (Pj) Gubernur Kalbar Dodi Riyatmadji melakukan serah terima jabatan (Sertijab) kepada Gubernur Kalbar periode 2018-2023, Sutarmidji di Balai Petitih Kantor Gubernur Kalbar, Jumat (7/9/2018).

Dalam sertijab ini juga sekaligus perpisahan langsung Pj Gubernur Kalbar Dodi Riyarmadji dengan ASN Pemerintah Provinsi Kalbar.

Dodi menyampaikan permintaan maafnya jika masih terdapat kekurangan selama menjalankan roda pemerintahan Provinsi Kalbar.

Ia berharap kepada pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur Kalbar yang telah dilantik oleh Presiden Joko Widodo dapat menjalankan roda pemerintahan ini dengan baik serta membangun sinergi dengan kabupaten/kota.

“Saya yakin, Kalbar di bawah kepemimpinan Midji-Norsan akan mampu berbicara untuk Indonesia,” ujarnya.

Sementara itu, Gubernur Kalbar Sutarmidji mengatakan, apa yang disampaikan Dodi merupakan sebuah sport bagi Provinsi Kalbar dalam menjalankan roda pemerintahannya.

“Apa yang disampaikan Pak Dodi akan menjadi perhatian kita semua,” katanya.

Disamping itu, Sutarmidji juga mengajak para OPD dan ASN untuk serius membangun Kalbar.

“Apa yang sudah dilakukan Cornelis-Christiandy dan Dodi Riyatmadji yang sudah baik, akan kita lanjutkan, apa yang masih dierbaiki akan kita perbaiki. Yang perlu terobosan, kita lakukan terobosan. Yang perlu percepatan, kita percepat dengan parameter ukurannya adalah aturan-aturan yang berlaku,” jelasnya.

Sutarmidji juga meminta kepada seluruh OPD di lingkungan Pemprov Kalbar untuk melakukan tata kelola keuangan daerah dengan transparansi.

“Sedikit mungkin, harus ikuti aturan yang ada. Saya tidak mau ada penyimpangan apapun dan sebesar apapun dalam keuangan daerah. Digunakan untuk apapun silakan, sepanjang sesuai Musrenbang dan kebutuhan masyarakat,” ingatnya.

Dikatakannya, pasangan Gubernur dan Wagub serta Pemprov Kalbar akan mengalokasikan anggaran yang berkeadilan untuk seluruh kabupaten/kota yang ada di Kalbar.

Perlu sentuhan-sentuhan yang tidak sama antara kabupaten/kota yang satu dengan kabupaten/kota lainnya di Kalbar.

“Sentuhan-sentuhan ini parameternya adalah kebutuhan masyarakat, bukan keinginan masyarakat, dan kita harus buka daerah-daerah yang masih terisolir,” ujarnya. (*)