Kepemilikan Akta Kelahiran di Kalbar Tahun Ini Capai 78,63 Persen

oleh -1.490 views
Ist

PONTIANAK, KILASKALBAR.com – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Provinsi Kalimantan Barat melakukan rapat kordinasi tingkat provinsi tentang pencapaian target nasional akta kelahiran anak usia 0-18 tahun di Balai Petitih, Kantor Gubernur, Rabu (5/8/2019).

Tujuan diselenggarakan rakor tersebut meningkatkan kordinasi dan singkornisasi dalam pencapaian target kepemilikan akta kelahiran anak usia 0-18 tahun.

Kepala Bidang Fasilitasi Pencatatan Sipil Disdukcapil Kalbar, Suryanto mengatakan, untuk tahun 2018 berdasarkan rumusan hasil rakornas kependudukan dan pencatatan sipil di Batam pada Februari kemaren, pemerintah menargetkan pemenuhan akta-akta pencatatan sipil yaitu minimal 90 persen untuk akta kelahiran anak dan 60 persen akta kelahiran seluruh penduduk. Artinya dipercepat 7,5 persen dari target RPJMN sebesar 82,5 persen.

“Sedangkan capaian kepemilikan akta kelahiran di Provinsi Kalbar sampai akhir dengan Juli 2018 sebesar 78,63 persen yang sudah dicatatkan,” ungkap Suryanto.

Ia melanjutkan,capaian cakupan kepemilikan akta kelahiran anak di tiap kabupaten/kota satu sama lain berbeda-beda dan banyak faktor yang mempengaruhi perlambatan pencatatan akta anak.

Adapun faktor perlambatan pencatatan akta anak seperti, keterbatasan sumber daya aparatur, keterbatasan sarana dan prasana penunjang pelayanan.

“Serta kondisi geografis daerah yang sulit dijangkau pelayanan dan partispasi masyarakat untuk melaporkan setiap peristiwa penting yang dialaminya masih minim,” tuturnya.

Meskipun demikian, Suryanto optimis pencapaian target akta kelahiran anak usia 0-18 tahun akan tercapaian. Dirinya melihat di tahun 2017 kemaren untuk Provinsi Kalbar secara nasional hasil pencatatan akta kelahiran cukup memuaskan.

“Pada akhir tahun 2017 Kalbar secara nasional telah tercapai target sebesar 85,76 persen dan melebihi target yang diberikan,” katanya.

Sementar itu, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Alexander Rombonang yang mewakili Sekda mengungkapkan, akta kelahiran sebagai salah satu output pelayanan di bidang pencatatan sipil, merupakan wujud perlindungan dan pengakuan negara terhadap pentuan status pribadi dan status hukum dari setiap peristiwa kelahiran yang dialmi penduduk.

“Akta kelahiran merupakan sebagai dokumen penting yang mempunyai kekuatan hukum sebagai representasi pengakuan negara atas status sipil seorang warga negara dan sebagai bentuk perlindungan negara terhadap hak anak,” kata Alexander.

Maka dari itu penting bagi aparatur yang memberikan palayan bidang pencatatan sipil, untuk memahami dan memberikan pemahaman kepada masyarakat.

“Peningkatan kualitas pelayan adminduk melalui inovasi, pelayanan online integrase pelayan dan percepatan waktu penerbitan dokumen kependudukan. Bahkan kalau bisa proses pelayanan catatan kependudukan bisa satu hari langsung jadi,” tegasnya.

Lanjutnya, harapan terbagunnya image positif bahwa pelayanan Dinas Dukcapil adalah pelayanan yang cepat, nyaman dan menyenangkan. (*)