Pelatihan Menjadi Developer yang Tangguh, Sukiryanto: Kita Harus Banyak Belajar

oleh -1.638 views
Acara pembukaan diklat menjadi developer yang tangguh, di Hotel Golden Tulip Pontianak, Kalimantan Barat, Selasa (4/9/2018).

PONTIANAK, KILASKALBAR.com – Badan Pendidikan dan Pelatihan DPP Real Estate Indonesia (REI) bersama DPD REI Kalbar menggelar Pelatihan Menjadi Developer yang Tangguh di Hotel Golden Tulip Pontianak, Kalimantan Barat, Selasa (4/9/2018).

Pendidikan dan pelatihan (diklat) yang mengusung tema “Pembangunan Perumahan Layak Huni” ini, diikuti lebih dari 100 peserta anggota REI Kalbar.

Hadir pada acara pembukaan diklat, Wasekjen DPP REI Sukiryanto mengatakan, kegiatan tersebut guna meningkatkan kapasitas para pengembang dalam bisnis perumahan.

“Melatih para pengembang REI menjadi pengembang yang jitu dan sukses,” ujar Wesekjen yang membidangi infrastruktur dan prasarana ini.

Sukiryanto mengharapkan, dalam kegiatan ini, para peserta dapat menyerap semaksimal mungkin setiap materi diklat. Sebab narasumber yang hadir adalah mereka yang kaya pengalaman di bidang properti.

“Tentu saja untuk menjadi pengembang yang tangguh dan profesional, kita harus banyak belajar dari berbagai pengalaman. Narasumber yang hadir, mereka itu sangat berpengalaman. Maka serap ilmu dan pengalamannya,” kata Sukiryanto yang juga sebagai calon anggota DPD RI dapil Kalbar di Pemilu 2019 ini.

Pelatihan dibuka oleh Direktur Bidang Pembiayaan Komersial dan dihadiri oleh Kepala Cabang BTN, perwakilan Bank Kalbar, Bank Mandiri serta Kakanwil BPN Kalbar.

Narasumber di antaranya Ketua Badan Diklat DPP MR Priyono, Badan Diklat DPP REI, H. Sudjadi, Andy Kusuma Natael, Heri Sosiawan, Taufik Imam Santoso, Guru Besar UNDIP Ahli Utama Bidang Arsitektur, Prof Bambang Setioko, Wakil Ketua Umum DPP REI Bidang Perizinan, MT Junaedi dan Wakil Ketua Umum DPP REI Bidang Organisasi dan Keanggotaan, Djoko Slamet Oetomo.

Ketua Panitia Diklat, Iwan Santoso menuturkan, dengan kegiatan ini diharapkan para pengembang ke depan menjadi pengusaha yang profesional dan tangguh di bidang properti.

“Terlebih di saat kondisi perkembangan perekonomian secara umum dapat dikategorikan kurang baik dan adanya pemangkasan anggaran APBD. Salah satunya dengan proyek perumahan karena kebutuhan perumahan masih menjadi kebutuhan dasar,” ujarnya.

Selain itu, sambung dia, pelatihan ini juga sebagai salah satu program untuk menumbuhkan semangat wirausaha di bidang properti, ssrta sebagai bentuk dukungan REI kepada pemerintah dalam mewujudkan program sejuta rumah.

“Dalam pelatihan nanti tidak hanya diberikan pengetahuan soal teknik bangunan rumah, namun juga tentang pembelian tanah, pematangan lahan, perpajakan yang berkaitan dengan penjualan, perumahan, pembiayaan perbankan untuk pelaksanaan kegiatan sampai dengan penghitungan harga jual dan regulasi pemerintah berkaitan dengan perizinan serta akan dilakukan juga simulasi mulai dari kegiatan awal,” jelasnya.

Ketua DPD REI Kalbar, Isnaini berharap diklat bisa menjadi kegiatan yang dimanfaatkan oleh para peserta sebagai penambahan pengetahuan dan sharing pengalaman.

Ia meminta para anggota betul-betul mampu menyerap ilmu yang nantinya akan dibagikan dalam kesempatan diklat. (qrf)