Kontingen Papua Barat Juara Umum Pesparawi Nasional XII di Pontianak

oleh -2.421 views
Kontingen Papua Barat menerima piala juara umum.

PONTIANAK, KILASKALBAR.com – Kontingen Provinsi Papua Barat keluar sebagai juara umum dalam perhelatan akbar Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Nasional XII yang dipusatkan di Pontianak, Kalimantan Barat.

Papua Barat berhak memboyong piala bergilir dari Presiden Republik Indonesia setelah menyabet tiga champion, 10 emas dan satu perak dari semua kategori yang diperlombakan.

Penyerahan piala tersebut diserahkan langsung oleh perwakilan dari Lembaga Pengembangan Pesta Paduan Suara Gerejawi Nasional (LPPN) kepada perwakilan Kontingen Papua Barat dalam rangkaian acara penutupan yang diselenggarakan di Stadion Sultan Syarif Abdurrahman, Pontianak, Jumat (3/8/2018) malam.

Kegembiraan Kontingen Papua Barat saat menerima trophy piala champion dalam Pesparawi Nasional XII di Pontianak

Ketua Umum Panitia Pesparawi Nasional XII, Karolin Margret Natasha mengatakan bahwa semua kontingen dari setiap cabang lomba masing-masing mendapatkan medali, yaitu emas, perak, dan perunggu. Pemberian medali tersebut berdasarkan jumlah poin yang diraih hasil dari penilaian para juri dalam setiap kategori lomba.

Peraih medali emas dengan nilai tertinggi disetiap kategori lomba akan memperoleh piala atau gelar champion, kecuali untuk pertunjukan musik etnik daerah.

“Peraih piala champion terbanyak akan ditetapkan sebagai juara umum Pesparawi Nasional XII, yang berhak mendapatkan piala bergilir presiden Republik Indonesia,” ujar Karolin, Jumat malam.

Dalam kesempatan tersebut, Karolin juga menyampaikan terimakasihnya kepada seluruh masyarakat Kalbar dengan suksesnya pelaksanaan Pesparawi Nasional XII ini.

Sebagai sebuah kegiatan bernyanyi bersama, penyelenggaraan Pesparawi ini juga sebagai sebuah wujud kebersamaan di Kalbar.

Karolin menambahkan, di Kalbar banyak terdapat gereja Kristen. Namun pihaknya telah berusaha agar mampu menyatukan, mampu bersama menjadikan kepanitiaan ini sebagai ajang bersama dalam menguji kekompakan sebagai warga Kalbar.

Selain itu, panitia juga merangkul seluruh elemen seluruh bagian yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari masyarakat Kalbar.

Dirjen Bimas Kristen Kementerian Agama, Thomas Pentury mengatakan bahwa Pesparawi memiliki makna ganda, yaitu bagi umat kristiani sendiri maupun bagi kerangka kehidupan masyarakat Indonesia secara menyeluruh.

Dalam konteks kristiani Pesparawi yang diikuti oleh gereja-gereja dari berbagai aliran dan denominasi menjadi sarana kerukunan intern umat kristiani.

Sedangkan dalam konteks umat beragama, Pesparawi Nasional yang dilaksanakan secara bergantian memberikan sumbangsih besar dalam menumbuhkan rasa cinta tanah air dan mengembangkan kerukunan antar umat beragama dan rasa nasionalisme di kalangan umat beragama.

Sehingga menurutnya, sangat tepat apabila Pesparawi disebut sebagai salah satu gerakan oikumenes.

“Karena dalam Pesparawi sekat-sekat dogmatis dan sekat-sekat denominasi gereja dikesampingkan,” ujar Thomas.

Selain itu, sambung Thomas, kegiatan Pesparawi juga merupakan sebagai bentuk aktualisasi semangat pembangunan nasional dibidang pembinaan mental spiritual serta sebagai bagian dari upaya memperkukuh ketahanan spiritual umat dalam menghadapi era moderniasi, globalisasi yang tengah melanda. (noy)