Seruan Bela Cornelis di Medsos Hoaks

oleh -3.784 views
Net.

PONTIANAK, KILASKALBAR.com – Sekretaris Jenderal (Sekjen) Majelis Adat Dayak Nasional (MADN), Yakobus Kumis, menegaskan, bahwa foto Presiden MADN, Cornelis, yang bertuliskan seruan agar Dayak di Pulau Kalimantan bersatu untuk membela apabila Cornelis ditangkap, yang tersebar di media sosial (medsos) merupakan informasi bohong.

Dalam sebuah foto yang diambilnya di media sosial yang diposting oleh akun Facebook Firdaus, Yakobus mengatakan bahwa foto yang berisikan seruan tersebut adalah hasil editan.

“Disampaikan kepada seluruh masyarakat Kalbar dan di luar Kalbar untuk tidak mempercayai berita-berita hoaks yang sengaja dibuat dan diedit untuk membuat agar Kalbar tidak kondusif. Bahkan tujuan mereka ingin Kalbar rusuh,” ujarnya kepada KILASKALBAR.com melalui pesan Whatsapp, Rabu (4/7/2018).

Di media sosial, banyak akun Facebook yang menyebarkan baik foto maupun video, meminta agar Cornelis ditangkap dan diadili. Yakobus mengungkapkan, bahwa Kapolda Kalbar telah menyatakan itu tidak akan terjadi.

“Perlu diketahui bahwa Bapak Kapolda Kalbar menjamin dan menyatakan itu tidak akan pernah ada. Begitu juga masyarakat Dayak tidak akan pernah diam. Karena itu, jangan terprovokasi, jangan terhasut dan jangan panik,” katanya.

“Negara kuat, negara memiliki kekuatan yang tidak akan membiarkan para provokator dan pihak-pihak yang ingin mengusik NKRI, persatuan dan kesatuan bangsa. Terlebih mengganggu keamanan dan kedamaian di Kalbar ini terganggu,” ucapnya.

Yakobus mengajak semua pihak, untuk bersama-sama menyatakan perang terhadap berita hoaks. Masyarakat Kalbar harus cerdas dan bijak dalam menerima berbagai informasi, terlebih lagi berita yang tidak jelas kevalidannya.

“Mari bersama-sama menyatakan perang terhadap berita bohong, berita hoaks, dan mari perangi berita-berita provokasi, berita-berita adu domba. Kita warga Kalbar harus cerdas, harus bijak dan harus belajar dari pengalaman-pengalaman pahit bahwa konflik dan kerusuhan adalah kejahatan kemanusiaan. Tidak ada yang menang dan yang kalah. Yang ada adalah kehancuran peradaban dan ketertinggalan yang sangat jauh. Salam kedamaian,” tuturnya. (qrf)