Tingkatkan SDM, Pemkot Pontianak Gelar Workshop Kearsipan

oleh
Workshop kearsipan yang diselenggarakan Pemkot Pontianak (sumber : Humas Pemkot Pontianak)

PONTIANAK, KILASKALBAR.com – Pemkot Pontianak melalui Dinas Perpustakaan menyelenggarakan workshop Kearsipan yang dilaksanakan di Aula Rohana Muthalib, Pontianak, Selasa (3/4/2018).

Pengarsipan tersebut merupakan upaya meningkatkan pemahaman Aparatur Sipil Negara (ASN) yang ditugaskan sebagai petugas Kearsipan untuk mengelola dokumen arsip dinamis di lingkungan OPD Pemerintah Kota Pontianak sehingga terwujud tertib arsip sesuai dengan UU Nomor 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan.

Penjabat Sementara Walikota Pontianak, Mahmudah mengatakan workshop ini sangat penting sehingga perlu mendapat perhatian serius dari peserta agar tercipta SDM yang profesional dalam melakukan pengelolaan arsip dinamis yang baik.

“Peserta workshop saya minta agar bersungguh-sungguh dan serius dalam mengikuti kegiatan ini sehingga memiliki kemampuan mengelola arsip pada setiap satuan kerja dengan baik dan benar, ” kata Mahmudah, Selasa (3/4/2018).

Jmlah arsip yang tercipta setiap hari, sebut Mahmudah, cukup banyak dan seringkali terjadi penumpukan sebagai akibat dari pengelolaan arsip yg kurang baik.

Hal ini tentu saja akan berdampak buruk bagi kinerja penyelenggaraan kearsipan. Pengelolaan arsip yang baik akan menjamin ketersediaan arsip yang otentik dan menjamin perlindungan kepentingan daerah.

“Petugas yang telah terlatih tidak hanya dituntut agar melaksanakan tugas nya dengan baik tetapi juga perlu mendapatkan perhatian dari kepala unit kerja agar dapat melaksanakan tugas secara  maksimal di bidang kearsipan,” ujar Mahmudah.

Kepala Dinas Perpustakaan Kota Pontianak, Hidayati menyampaikan bahwa workshop kearsipan merupakan kegiatan rutin yang diselenggarakan oleh Dinas Perpustakaan.

“Tahun ini peserta workshop yang hadir sebanyak 53 orang untuk pengelola arsip di organisasi perangkat daerah. Tahun lalu juga telah diselenggarakan workshop tetapi pesertanya untuk kasubbag umum dan kasubbag perencanaan,” ujarnya.

Selain menyelenggarakan workshop, kata Mahmudah, Dinas Perpustakaan juga melakukan pendampingan pengelelolaan kearsipan ke semua perangkat daerah.

Karena saat ini manajemen pengelolaan arsip yang ada di OPD merupakan salah satu poin penilaian indikator evaluasi reformasi birokrasi berbasis teknologi informasi, Pemerintah Pusat akan menilai sejauh mana Pemerintah Kota Pontianak melakukan penerapan open Government di daerah. (*/Noy)