Nilai Kasus Hepatitis di Singkawang Kejadian Luar Biasa, Kadis Kesehatan: Biar Nanti Wali Kota yang Menetapkan

oleh -3.184 views
Wali Kota Tjhai Chui Mie didampingi Kepala Dinas Kesehatan Kota Singkawang Akhmad Kismed, memantau pasien yang tersuspect hepatitis A di RS Santo Vincentius, belum lama ini.

SINGKAWANG, KILASKALBAR.com – Kepala Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Singkawang, A Kismed mengungkapkan, dalam waktu yang sangat singkat, penyebaran virus hepatitis A melonjak tajam.

“Informasi sebelumnya ada 50 penderita yang dicurigai hepatitis A, tapi sekarang bertambah menjadi 74 orang,” ujar di Singkawang, Senin (3/9/2018).

Menuruti dia, jika dipandang dari dunia kesehatan, kasus ini sudah kejadian luar biasa (KLB) di Kota Singkawang. Bahkan tiga di antaranya sudah dinyatakan positif hepatitis A.

Ia mengatakan, setiap penderita yang datang menunjukkan gejala yang sama. Kemudian dari pemeriksaan sederhana terhadap fungsi hati juga sudah menunjukkan ke arah hepatitis A. Maka suspect (kecurigaan) ini sangat kuat.

“Cuma untuk lebih pastinya harus dilakukan pemeriksaan labororatorium terhadap virusnya,” kata dia.

Kemudian, untuk mengetahui penyebab pastinya penyebaran virus ini, Dinas Kesehatan Singkawang pun telah melakukan pengambilan sampel air ke beberapa sekolah dan rumah tangga.

Bahkan pengambilan sampel juga tak luput dilakukan ke sumber air baku PDAM Tirtasari Roban maupun di Semelagi, Kecamatan Singkawang Utara.

Ia menjelaskan, dalam pengambilan sampel itu pihaknya selipkan edukasi ke masyarakat sebagai upaya memutus mata rantai penularan ke masyarakat.

Alasan diambilnya sampel air dari berbagai tempat, karena Dinas Kesehatan ingin mengetahui apakah air yang digunakan untuk konsumsi, bersih atau tidak.

“Maka dari itulah kita ambil airnya untuk sampel,” jelas Kismed.

Kepada masyarakat Singkawang, diimbau untuk selalu berhati-hati dalam mengambil sumber air untuk konsumsi. “Haruslah diambil dari sumber yang terjamin kebersihannya,” pesan dia.

Kemudian, saat memasak air upayakan air yang dimasak itu betul-betul mendidih. Kemudian pada saat mencuci piring dan gelas yang kotor, usahakan dicuci dengan air yang bersih.

“Artinya jika air sudah mendidih lewatkan 5 sampai 10 menit, baru matikan kompornya. Jangan begitu mendidih langsung dimatikan kompornya,” ucapnya.

Mengenai sampel air yang diambil, pihaknya akan koordinasi ke Dinkes Provinsi Kalbar, apakah bisa dikirim untuk diuji.

Sedangkan untuk penetapan status KLB, pihaknya akan usulkan ke Wali Kota Singkawang.

“Saat ini kita sedang menyiapkan laporan, biar nanti Wali Kota yang menetapkannya,” katanya. (mizar)