Jokowi Bersama Para Gubernur dan Wakil Gubernur akan Berjalan Kaki ke Istana Negara untuk Proses Pelantikan

oleh -1.583 views
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Alexander Rombonang.

PONTIANAK, KILASKALBAR.com – Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Alexander Rombonang hadir di Istana Negara, Senin (3/9/2018), mewakili Pemprov Kalbar guna mengikuti rapat koordinasi terkait persiapan pelantikan sejumlah gubernur dan wakil gubenur yang akan dilantik oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada 5 September 2018.

Pelantikan pasangan gubernur dan wakil gubenur hasil pilkada 2018 ini, salah satunya adalah Gubernur dan Wakil Gubenur Kalbar terpilih, Sutarmidji dan Ria Norsan.

“Ya, saya mewakili Pemprov Kalbar terkait persiapan-persiapan yang harus dibahas untuk pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur Kalbar,” ujarnya.

Baca juga: Sutarmidji dan Ria Norsan akan Dilantik 5 September di Istana Negara

Alex mengatakan, tidak ada perubahan jadwal gladi pelantikan gubernur dan wakil gubernur di Istana Merdeka, Jakarta. Pada 5 September nanti, para gubernur dan wakil gubernur diharap sudah hadir pada pukul 07.30 WIB untuk mengikuti gladi bersih pelantikan dan pengambilan sumpah.

“Gladi diperkirakan sampai jam 09.00 WIB,” ucap Alex.

Usai gladi, pada pukul 09.30 WIB dilakukan proses penyerahan Keputusan Presiden (Keppres) langsung oleh Presiden Jokowi didampingi Wapres Jusuf Kalla dan Mendagri Tjahjo Kumolo.

Alex mengatakan, selesai penyerahan Keppres, rencananya Jokowi, Jusuf Kalla, Mendagri bersama para gubernur dan wakil gubernur akan berjalan kaki menuju Istana Negara untuk pelaksanaan pelantikan dan pengambilan sumpah.

“Selanjutnya jam 10.00-11.40 WIB pelantikan di Istana Negara,” terangnya.

Baca juga: Pj Gubernur Dodi Pamitan: Berikan Pelayanan yang Adil Tanpa Memandang SARA

Lebih lanjut Alex mengatakan, perihal undangan bagi keluarga, masing-masing gubernur dan wakil gubernur akan didampingi istri.

“Ada masing-masing tiga undangan untuk keluarga/rekan, berlaku masing-masing untuk dua orang,” ucapnya.

“Jadi undangan ini harus dibawa supaya kehadiran keluarga atau rekan yang bersangkutan lancar dan tidak bermasalah,” imbuhnya.

Untuk undangan lainnya, pejabat daerah juga mendapatkan undangan ke Istana Negara.

“Pejabat daerah yang diundang yakni Ketua DPRD, Kapolda, Pangdam, Kajati, Sekda, Ketua KPUD dan Ketua Bawaslu. Adapun untuk pakaian, gubernur dan wakil gubernur mengenakan PDUB, istri kebaya nasional, undangan PSL/kebaya nasional. Jadi secara detail telah diatur oleh keprotokolan Istana,” tutur Alex. (*/qrf)