Bersilaturahmi ke Istana Alwatzikhoebbillah, Wantimpres Kagum Adat Istiadat di Sambas

oleh -1.934 views
Sidarto Danusubroto, Wantimpres (kanan), saat bersilaturahmi ke kerabat kerajaan, Istana Alwatzikhoebbillah di Kabupaten Sambas, Selasa (3/7/2018).

SAMBAS, KILASKALBAR.com – Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres), Sidarto Danusubroto, melakukan kunjungan ke Provinsi Kalimantan Barat. Istana Alwatzikhoebbillah di Kabupaten Sambas menjadi satu dari sekian tempat yang ia datangi.

Di istana, mantan Kapolri ini disambut dengan acara adat istiadat ala kerabat kerajaan. Pertama kali datang ke Sambas, Danu mengaku bangga karena di kabupaten paling utara Kalbar ini masih mempertahankan adat istiadat masih terjaga.

Danu mengungkapkan, Indonesia menjadi negara yang dikagumi oleh negara lain. Berbagai suku bangsa, adat istiadat dan agama, meski beragam namun tetap menjunjung persatuan.

“Karena Indonesia banyak membangun demokrasi,” ujarnya, Selasa (3/7/2018).

Danu menguatkan, hingga masa-masa mendatang, persatuan antar masyarakat di Indonesia ini untuk terus dirawat. Jangan sampai karena perbedaan, bangsa ini terpecah.

“Harus menjaga persatuan dan harus dikawal bersama dengan menghormati sesama dan tidak boleh menghasut. Karena Indonesia ke depan akan jadi bangsa pemenang,” kata mantan anggota MPR RI ini.

Dalam kunjungan Danu, hadir salah satu organisasi kepemudaan, Kaum Muda Perduli Kalimantan (Kampak) Kalbar. Ketua Kampak Kalbar, Donny Gahral Adian, menuturkan, dirinya bersama para pemuda yang tergabung di Kampak berkomitmen menjaga NKRI.

Ia berkomentar berkenaan pilkada serentak di Kalbar yang baru saja usai. Ia berharap tensi politik di pilkada tidak menjadikan hubungan antar sesama masyarakat Kalbar baik antar etnis maupun agama, menjadi rusak hanya karena kepentingan lima tahunan.

Donny mengungkapkan, kehadiran Kampak yang belum lama dibentuk, di antaranya bertujuan untuk mempererat persaudaraan masyarakat Kalbar.

“Melalui pilkada akibat tensi politik yang bisa mengoyak persatuan dan kesatuan sehingga saya dan teman teman berinisiatif membangun organisasi menjaga kedamaian,” ujarnya.

“Ke depan organisasi ini tidak saja didukung oleh Kesultanan Sambas, tetapi juga kesultanan lain di seluruh Kalimantan dalam menjalankan misi kebangsaan dan kebhinekaan sehingga dapat terus menyelenggarakan forum diskusi dan langkah konkret pemberdayaan masyarakat dengan mempererat kesatuan,” kata Donny yang juga sebagai dosen di salah satu perguruan tinggi di Jakarta ini.

Ketua Kampak Kabupaten Sekadau, Suhendri, menambahkan, dengan adanya Kampak maka dapat membina serta menumbuhkan juga meningkatkan kualitas daerah.

“Sebagai koordinator Kampak, saya mengharapkan kaum muda peduli terhadap pembangunan di daerah. Seperti yang disampaikan Pak Doni selaku Ketua Umum maka Kampak akan terus semakin maju dalam mempererat perdamaian,” tuturnya.

Sementara itu, Pangeran Ratu Kesultanan Sambas, Farhan mengaku bangga dengan Kampak dan berharap dapat terus menjaga silaturahim ini.

“Semoga organisasi ini menjadi amanah dan harus berjalan dengan baik,” tuturnya. (qrf)