Warga dan Balai KSDA Berhasil Selamatkan Orangutan yang Berkeliaran di Sekitar Pemukiman

oleh -1.558 views
Tim Gugus TSL Balai KSDA Kalbar mengevakuasi seekor orangutan jantan dewasa yang berkeliaran di kebun milik warga Desa Parit Yakob, Kabupaten Mempawah, Minggu (1/7/2018). (Dokumentasi Balai KSDA Kalbar)

PONTIANAK, KILASKALBAR.com – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Provinsi Kalimantan Barat, berhasil menyelamatkan seekor orangutan yang berkeliaran di sekitar pemukiman warga di Desa Parit Yakob, Kecamatan Wajok Hilir, Kabupaten Mempawah, Minggu (1/7/2018).

Kepala Balai KSDA Kalbar, Sadtata Noor Adirahmanta, mengatakan, Minggu sekitar pukul 10.00 WIB, Call Centre Balai KSDA mendapatkan informasi kemunculan orangutan di Desa Parit Yakob dari laporan masyarakat yang disampaikan oleh Kepolisian Sektor Siantan.

“Tidak memerlukan waktu lama, tim dari Balai KSDA Kalbar sampai di lokssi untuk melakukan evakuasi seekor orangutan dewasa jantan yang telah ditangkap warga,” ujarnya kepada awak media dalam jumpa di Kantor Balai KSDA Kalbar, Pontianak, Senin (2/7/2018).

Berdasarkan keterangan warga setempat, kata Sadtata, orangutan tersebut telah berkeliaran selama tiga hari di salah satu kebun milik warga. Di kebun yang berjarak kurang lebih 2 kilometer dari pemukiman, orangutan memakan sebagian tanaman yang ada di sana.

“Warga berusaha menangkap satwa tersebut dengan menggunakan tali tambang. Saat dilakukan penangkapan oleh warga, orangutan tersebut sedang turun dari pohon Albasia. Oranguta ditangkap warga dengan mengikat dan membawanya menuju pemukiman dengan pengawalan Tim Kepolisian Sektor Siantan serta melaporkan kejadian ini kepada pihak Balai KSDA Kalbar,” katanya.

Sadtata melanjutkan, setelah Tim Gugus TSL Balai KSDA Kalbar sampai ke lokasi, tim langsung melakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap satwa tersebut. Selanjutnya, orangutan ditempatkan di kandang sementara di Kantor Balai KSDA Kalbar.

Rencananya, Senin malam ini, akan dititiprawatkan ke Sintang Orangutan Center (SOC) untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap kesehatan satwa tersebut.

“Dan kemudian bilamana memungkinkan akan dilepasliarkan ke habitat alaminya secepatnya, mengingat satwa tersebut masih memiliki sifat liat,” kata Sadtata.

Sadtata menuturkan, dari beberapa kejadian ditemukannya orangutan di Wajok Hilir dan sekitarnya, Balai KSDA Kalbar dalam waktu dekat bersama pihak lain akan melakukan identifikasi guna memastikan masih ada tidaknya orangutan di daerah tetsebut.

Balai KSDA juga akan melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait penanganannya bila menjumpai satwa tersebut di areal kebun.

“Dalam jangka menengah dan jangka panjang Balai KSDA bersama para pihak bersepakat akan melakukan survei dan kajian menyeluruh di areal tersebut sebagai bahan masukan bagi pengambilan kebijakan di level yang lebih tinggi,” tutur Sadtata. (qrf)