Kiprah 90 Tahun Adiwarna, Tukang Gigi Tiga Generasi

oleh -502 views
Owner Adiwarna, Wendy Cokro saat potong tumpeng perayaan 90 tahun Adiwarna

PONTIANAK, KILASKALBAR.com- Menjaga kepercayaan konsumen. Itulah kunci utama Adiwarna Pontianak terus hidup. Bisnis pembuatan gigi palsu ini menginjak usia 90 tahun. Melewati beragam zaman hingga kini tetap eksis di tangan generasi ketiganya.

“Ini lebih kepada trust. Jadi kita menjaga kepercayaan konsumen. Kami sangat detail terhadap kemauan konsumen. Kita buat paham dulu sebelum bikin decision (pembuatan gigi), kalau ada kekurangan kita jelaskan di awal. Tidak asal-asal bikin,” ujar Wendy Cokro, owner Adiwarna saat perayaan ulang tahun ke-90 Adiwarna dirangkai buka puasa bersama anak yatim di Hotel Golden Tulip, Sabtu (1/6).

Wendy bilang, warisan keluarganya ini juga beradaptasi sesuai perkembangan zaman. Langkah ini bakal terus dilakukan. Mengingat bisnis dental yang memang berhadapan dengan sejumlah keterbatasan dan aturan.

“Kita melihat perubahan sesuai kebutuhan. Misal konsumen membutuhkan yang ada valplast, lebih prefer yang ada plat, kita akan adakan. Tapi tentunya semua ada plus minus. Kelebihan dan kekurangannya seperti apa. Jadi sodorkan edukasinya. Kalau sudah jelas, silahkan memilih,” ujar Wendy.

Adiwarna juga punya komitmen yang tinggi terhadap bidang usaha yang ditekuni. Ogah melanggar aturan. Tetap berada di koridor sebagai pembuat gigi palsu. Tidak mengambil jatah pekerjaan dokter gigi.

“Kita khusus buat gigi palsu. Tak mau keluar koridor. Karena banyak sekali tukang gigi ambil jatah dokter gigi. Bikin kawat gigi misalnya. Itu tidak boleh. Ini yang bikin kita tetap pada trust-nya. Yang bukan ranahnya kita tak akan ambil,” paparnya.

Sementara itu terkait segmen pasar sendiri, Wendy optimis masih bisa berkembang. Meski diakui banyak tantangan yang mesti dihadapi. Pelayanan terhadap konsumen menjadi nomor satu seperti dengan memberikan garansi. Sampai sejauh ini, setiap bulannya Adiwarna melayani setidaknya 30 konsumen baru. Bahkan diantaranya berasal dari luar negeri. Semacam Thailand dan Australia.

“Ketika angka itu turun, mungkin ada sesuatu. Biasanya kurang teredukasi. Pontianak ini luas sekali. Kalau saya dapat 10 persen saja pangsa pasar, itu sudah luar biasa. Kalau belum dapat, berarti belum teredukasi dengan baik. Tapi Pontianak masih besar pangsa pasar gigi palsu,” jelasnya.

Ke depan, bisnis yang dibangun oleh The Tjhai Au Kiong, kake Wendy itu juga bakal merambah ke daerah-daerah lain di Kalimantan Barat. “Yang notabene di kota-kota kedua. Bukan seperti Jakarta. Tapi misal di Ketapang dan lainnya yang memang ada pangsa pasarnya,” jelasnya.

Dalam perayaan 90 tahun Adiwarna, juga dilakukan pemberian santunan terhadap anak yatim piatu. Sekaligus pengundian doorprize satu unit sepeda motor yang dipersembahkan kepada pelanggan setia Adiwarna. (*)