Polemik Sekda dengan Gubernur, Andel: Hentikan Selisih Paham

oleh -2.050 views
Andel.

PONTIANAK, KILASKALBAR.com – Polemik antara Gubernur Kalbar, Sutarmidji dengan Sekda Provinsi Kalbar, M Zeet Hamdy Assovie masih terus berlanjut. Polemik diantara keduanya pun berdampak pada pembahasan APBD Perubahan yang saat ini masih berada di DPRD Kalbar.

Menyikapi polemik diantara keduanya, Advokat dan Pengacara Andel SH MH berharap polemik tersebut bisa segera dihentikan.

“Setelah membaca polemik dari media elektronik dan koran, maka saya sangat prihatin atas terjadinya polemik yang sudah cukup lama,” ujar Andel saat ditemui di kantornya, Senin (1/10/2018).

“Mestinya para penjabat yang telah dipercaya oleh masyarakat dan mengemban amanah masyarakat, menghentikan perselisihan mengenai persoalan tersebut, dan harus duduk satu meja menyelesaikan persoalan tersebut,” sambungnya.

Dampak dari polemik tersebut, sambung Andel, jelas akan merugikan masyarakat di Kalimantan Barat.

Menurutnya, Sutarmidji terpilih menjadi gubernur juga atas kehendak dari masyarakat. Sehingga, dalam menjalankan amanah tersebut, juga harus didukung.

Selain itu, Sekda Kalbar M Zeet yang saat ini masih menjabat sebelum Sutarmidji dilantik sebagai gubernur juga diangkat oleh pejabat yang berwenang. Begitu pula dengan para anggota DPRD Propinsi Kalimantan Barat yang duduk karena atas pilihan masyarakat.

“Maka saya berharap supaya perselisihan paham antara Sutanniji dalam jabatannya selaku Gubernur Kalimantan Barat dengan M Zeet selaku Sekda harus diselesaikan satu meja secara baik, dengan hati yang tulus dan ikhlas,” harapnya.

Terkait dengan pembahasan APBD Perubahan dengan DPRD Prpopinsi Kalimantan Barat, para anggota dewan menurutnya juga harus duduk bersama dengan Sutarmidji untuk membahas persoalan tersebut.

“Saya berharap semua pihak juga menyelesaikan persoalan dengan hati yang tulus ikhlas. Begitu juga halnya dengan pengangkatan para pejabat Kepala Dinas atau Kepala Bagian yang di angkat oleh gubernur adalah orang yang bisa bersinergi dalam menjalankan tugas,” ungkapnya.

“Kalau misalnya Gubenur mengangkat orang yang tidak sinergi dengan beliau, bagaimana pebangunan bisa tercapai dengan baik,” tambahnya.

Terkait hal tersebut, jelas Abdel, Sutarmidji mengangkat para pejabat yang menduduki jabatan tersebut sesuai dengan kepangkatannya serta menurut tata cara peraturan perundang-undangan, demi pembangunan Kalimantan Barat.

“Semoga para pejabat yang duduk pada jabatanya serta seluruh warga masyarakat kalimantan barat sehat semua dan sukses dalam menjalankan pekerjaan serta dilindungi oleh Tuhan yang maha esa,” tutupnya. (*/noy)