32 Pondok Pesantren Ambil Bagian di Liga Santri Nusantara 2018 Regional Kalbar

oleh -3.334 views
Pembukaan LSN Regional II Kalimantan Barat di Stadion Kaboen Sajoek Pontianak, Sabtu (1/9/2018).

PONTIANAK, KILASKALBAR.com – Sebanyak 32 tim mengikuti Liga Santri Nusantara (LSN) Regional II Kalimantan Barat Tahun 2018. Liga yang pesertanya dari pondok pesantren se-Kalbar ini, berlangsung di Stadion Kaboen Sajoek (PSP) Pontianak, dari tanggal 1-15 September 2018.

Dalam pembukaan LSN Regional II Kalimantan Barat, Sabtu (1/9/2018) siang, Ketua Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) PBNU sekaligus Ketua LSN Nasional, KH Ghaffar Rozien, dalam sambutannya yang dibacakan Dedi Wahyudi mengatakan, pemerintah melalui Menpora Imam Nahrawi, melihat pesantren sebagai lumbung pencarian bakat dalam pembinaan sepakbola dengan menyelenggarakan LSN ini.

“Tujuan LSN selain merupakan wadah untuk pengaktualisasian diri dalam pengembangan potensi santri di bidang sepakbola, tentu tidak lupa memberika tontonan yang menarik bagi masyarakat, sekaligua menyaring bibit-bibit calon pemain sepakbola profesional dari kalangan santri,” ujarnya.

Panitia Pusat LSN Nasional, Dedi Wahyudi mengalungkan tanda peserta Liga Santri.

Ia menyebutkan, beberapa pemain sepakbola yang notabene adalah santri yang berkiprah di liga Indonesia, di antaranya ada Adeng Hidayat (Persib), Budi Sudarsono (Deltras), dan Ahmad Bustomi (Arema).

“Mereka adalah contoh betapa santri selain bisa ngaji juga bisa main bola. Bahkan memiliki nilai plus, yaitu akhlakul karimah. Ada lagi striker Timnas U-19 Garuda Muda M Rafli Mursalim,” ucapnya.

Ia menjelaskan, munculnya LSN merupakan entitas yang tak dapat dipisahkan antara sepakbola dengan pesantren.

“LSN merupakan inisiatif dan keinginan pondok pesantren dari ujung timur hingga ujung barat Indonesia denga segenap potensinya yang besar,” terangnya.

LSN 2018 adalah yang keempat kalinya sejak digulirkan. Di Kalbar LSN memasuki tahun ketiga. Juara LSN regional selanjutnya akan berlaga di kompetisi tingkat nasional.

Dalam pembukaan LSN Regional II Kalimantan Barat, hadir Rais Syuriah dan Ketua Tanfidziyah PWNU Kalbar, Ketua RMI Kalbar, perwakilan Disporapar Provinsi, Koordinator Regional LSN, dan Ketua IKBM Kalbar. LSN memperebutkan pialan bergilir Ketua Tanfidziyah PWNU Kalbar dan piala tetap RMI Kalbar.

Hildi Hamid berharap, LSN 2018 Regional II Kalimantan Barat ini bisa memunculkan bibit-bibit pemain sepakbola yang berkualitas.

“Harapannya ke depan agar LSN ini dapat memunculkan pemain dengan skill olahraga yang baik, juga dilengkapi dengan sikap sportivitas dan akhlakul karimah,” ujarnya.

Ia mengajak, para pemain untuk bisa bersikap sportif dalam setiap pertandingan. Harapan besarnya, usai LSN ini santri Kalbar bisa lolos di tingkat nasional.

“Apalagi bisa menjadi salah satu juara di nasional nantinya serta bisa menjadi pemain terpilih di Timnas,” harap dia.

Kick off PP Baitul Qur’an vs Darun Nasyi’in.

Ketua RMI Kalbar KH Zainuddin As’ari mengatakan, terselenggaranya LSN membuktikan bahwa pemerintah sungguh-sungguh dalam mengembangkan potensi yang ada di pondok pesantren.

“Mudah-mudahan ini bukti bahwa kita sangat diperhatikan oleh pemerintah. Bahwa rabithah punya andil dalam membangun bangsa dengan mengembangkan potensi-potensi generasi muda di olahraga,” katanya.

Sementara itu, Ketua Panitia LSN Regional II Kalimantan Barat, Muhammad Amin mengungkapkan, pada laga final 15 September mendatang, Ketua LSN Nasional yang juga merupakan Staf Khusus (Stafsus) Kepresidenan, direncakan hadir.

Menurut dia, kehadiran Ketua LSN Nasional merupakan penghargaan yang luar biasa untuk Kalimantan Barat

“Insyaallah akan hadir di seri final Stafsus Kepresidenan KH Abdul Ghaffar Rozien,” tuturnya.

Kick off LSN Regional II Kalimantan Barat, Sabtu (1/9/2018), mempertemukan dua pondok pesantren (PP) Baitul Qur’an vs Darun Nasyi’in. Di pertandingan kedua, antara PP Darul Faidzin vs PP Antal Amin. (qrf)