Bappeda Susun Rancangan Teknokrat RPJMD Kalbar 2019-2023

oleh -2.602 views
Pj Gubernur Kalbar Dodi Riyadmadji membuka Seminar Rancangan Teknokratik RPJMD Kalbar Tahun 2019-2023 di Qubu Resort, Kubu Raya, Rabu (1/8/2018).

KUBU RAYA, KILASKALBAR.com – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah dan Penelitian Pengembangan (Bappeda) Provinsi Kalbar mempersiapkan rancangan teknokratik Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kalbar Tahun 2019-2023 di Qubu Resort, Kubu Raya, Selasa (1/8/2018.

Pj Gubernur Kalbar Dodi Riyadmadji mengatakan, rancangan teknokratik ini merupakan naskah akademik RPJMD Kalbar yang memuat kajian secara ilmiah terhadap kondisi, potensi, masalah dan isu-isu strategis yang dihadapi Kalbar lima tahun ke depan yang wajib dimuat dalam RPJMD dan akan digunakan sebagai dasar penyusunan rancangan awal RPJMD 2019-2023.

“Daerah sesuai dengan kewenangannya menyusun rencana pembangunan daerah sebagai satu kesatuan dalam sistem perencanaan pembangunan nasional sebagaimana amanat UU Nomor 25 Tahun
2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional. Rencana
dikoordinasikan, disinergikan dan diharmonisasikan oleh perangkat daerah yang membidangi perencanaan pembangunan daerah,” kata Dodi saat membuka Seminar Rancangan Teknokratik RPJMD Kalbar Tahun 2019-2023.

Ia menjelaskan, pembangunan daerah
Penyusunan dokumen rencana pembangunan jangka panjang daerah (RPJPD), menengah (RPJMD) dan tahunan (RKPD) menggunakan pendekatan teknokratik, partisipatif, politis, serta atas bawah dan bawah atas.

“Pendekatan teknokratik dilaksanakan dengan menggunakan metode dan kerangka berpikir ilmiah untuk mencapai tujuan dan sasaran pembangunan
daerah, pendekatan partisipatif dilaksanakan dengan melibatkan semua pemangku kepentingan (stakeholders),” katanya.

Pendekatan politis menekankan bahwa program pembangunan yang ditawarkan masing-masing calon KDH dan wakil KDH
terpilih pada saat kampanye disusun ke dalam rancangan RPJMD, dan melalui pendekatan bottom-up dan top-down hasilnya diselaraskan melalui Musrenbang mulai desa, kecamatan, kabupaten/kota, provinsi dan nasional sehingga tercipta sinkronisasi dan sinergi pencapaian sasaran rencana pembangunan nasional dan rencana pembangunan daerah.

Penyusunan rancangan teknokratik RPJMD Provinsi Kalbar Tahun 2019-2023 ini merupakan penerapan pendekatan teknokratik dalam proses penyusunan perencanaan pembangunan daerah.

Hal ini juga sesuai dengan amanat Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 86 Tahun 2017 tentang Tata Cara Evaluasi Pembangunan Daerah, Tata Cara Evaluasi Rancangan Peraturan Daerah Tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah dan Rencana Pembangunan Perencanaan, Pengendalian dan Jangka Menengah Daerah, serta Tata Cara Perubahan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah, dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah, dimana pada pasal Pasal 41, menjelaskan bahwa salah satu tahap persiapan penyusunan RPJMD adalah penyusunan.

“Rancangan Teknokratik RPJMD yang disusun dan diselesaikan sebelum penetapan kepala daerah terpilih,” ucap Pj Gubernur Kalbar.

Dijelaskannya, rancangan teknokratik RPJMD Provinsi Kalbar Tahun 2019-2023 ini memuat gambaran umum kondisi daerah, kerangka keuangan daerah, permasalahan dan isu strategis daerah yang disusun berdasarkan pendekatan teknokratis yaitu berdasarkan evaluasi belumnya dan kondisi terkini yang terjadi serta proyeksi yang akan terjadi pelaksanaan RPJMD periode sebelumnya dan kondisi terkini yang terjadi serta proyeksi yang akan terjadi di masa depan.

“Hasil dari kajian dalam rancangan teknokratik RPJMD ini telah dirumuskan 13 isu strategis pembangunan di Kalimantan Barat untuk lima tahun ke depan,” tutur Dodi. (*/qrf)