Pimpin Upacara Harlah Pancasila, PJ Gubernur Sampaikan Sambutan Presiden Jokowi

oleh -1.612 views

PONTIANAK, KILASKALBAR.com – Memimpin apel peringatan Hari Lahir Pancasila di Halaman Kantor Gubernur Kalbar, Pontianak, Jumat (1/6/2018) pagi, (Pj) Gubernur Kalbar Dodi Riyadmadji membacakan sambutan Presiden RI Joko Widodo.

“SeIama 73 tahun, Pancasila sudah menjadi rumah kita yang ber-Bhinneka TunggaI Ika, insyaallah sampai akhir zaman. Pancasila akan terus mengalir di denyut nadi seIuruh rakyat Indonesia,” kata Presiden RI dalam sambutan yang disampaikan Pj Gubernur Dodi Riyadmadji saat menjadi Irup Harlah Pancasila.

Dikatakannya, peringatan Harlah Pancasila di setiap tanggal 1 Juni ini harus kita manfaatkan sebagai momen pengingat, momen pemacu dan momen aktuaiisasi niiai-nilai Pancasila.

“Marilah kita terus amalkan warisan mulia para founding fathers ini untuk kemajuan bangsa, dan sekaiigus juga menjadi sumbangsih indonesia kepada masyarakat dunia,” jelasnya.

Negara manapun di dunia ini akan selalu berproses menjadi masyarakat yang bineka dan majemuk. Seringkali kemajemukan ini juga dibayang-bayangi oleh risiko intoleransi, ketidak-bersatuan dan ketidak-gotongroyongan.

“Saatnya kita berbagi pengalaman dalam berbhinneka tunggal ika, dalam bertoleransi serta dalam membangun persatuan dan kebersamaan. Saatnya kita berbagi pengalaman dalam mengamalkan nilai-nilai luhur Pancasiia untuk ikut meiaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosiai,” ujarnya.

Dijelaskannya, sebagai bangsa yang majemuk yang terdiri atas 714 suku dengan lebih dari 1.100 bahasa lokal yang hidup di lebih dari 17.000 pulau, semangat persatuan merupakan pilar utama dalam kehidupan berbangsa dan bemegara.

“Kita harus terus menerus bersatu memperkokoh semangat Bhinneka Tunggal lka. Kita harus bersatu dalam upaya kita untuk menjadi bangsa yang kuat, bangsa yang besar dan bangsa pemimpin,” ajaknya.

Semangat berbagi antar anak bangsa untuk kesejahteraan dan kemajuan bersama juga merupakan sebuah keharusan. Kita harus berbagi dengan memperkuat etos kepedulian, welas asih, dan saling menghargai dengan penuh empati.

“Bulan suci Ramadan yang penuh berkah ini harus kita manfaatkan sebagai momentum untuk memperkuat etos peduli dan berbagi. Semangat gotong royong yang merupakan budaya luhur bangsa harus terus kita pupuk sebagai sumber energi besar Indonesia untuk menggapai keadilan sosial bagi seluruh rakyat,” imbuhnya.

Sementara itu, Dodi mengatakan Pancasila mengandung nilai-nilai keagaman, ketuhanan, kebhinnekaan, krgotongroyongan, persatuan dan kerakyatan.

“Ini harus kita renungkan oleh seluruh rakyat Indonesia,” pesan Dodi saat ditemui usai Upacara Harlah Pancasila.

Dikatakannya, founding fathers telah meletakan nilai-nilai ketuhanan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan sosial, tentu ada tujuannya.

“Kita Indonesia ini adalah negara yang sangat beragam. Kalau kita berjalan dari sabang sampai marauke, kita akan temukan keberagaman ini,” jelasnya.

Oleh karena itu, masih menurut Pj Gubernur Kalbar, keberagaman itu salah satunya adalah tingkat kemajuan budaya yang diaktualisasikan oleh rakyat Indonesia.

“Yang sudah maju, jangan tinggalkan yang sedang tumbuh dan berkembang, dan yang sudah tumbuh dan berkembang, kejarlah yang sudah maju, nanti Persatuan Indonesia benar-benar menjadi persatuan yang kuat,” imbuhnya.

Dijelaskannya, kegotongroyongan itu menjadi sesuatu yang sangat penting untuk kebersamaan diantara keberagaman.

Inilah kenapa Pancasila itu diformulasikan dengan nilai-nilai ketuhanan, kerakyatan, kegotongroyongan dengan persatuan dan nilai-nilai keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.(*/qrf)