Business Mission to Pontianak, Kerjasama Bisnis Sarawak-Kalbar

oleh -1.151 views
President of Sarawak Business Federation (SBF), Datuk Abang Haji Abdul Karim Bin Tun Datuk Abang Haji Openg (tengah berkacamata), saat meninjau stan pameran Business Mission di Mega Mall Ayani, Pontianak, Sabtu (21/4/2018).

PONTIANAK, KILASKALBAR.com – Pameran Business Mission to Pontianak, Kuching-Sarawak Malaysia yang digelar di Mega Mall Ayani Pontianak, Sabtu (21/4/2018), semakin mempererat hubungan bisnis antara Sarawak dengan Kalimantan Barat.

Pameran yang memamerkan berbagai macam produk dari para pengusaha dari Sarawak ini merupakan kedua kalinya diadakan di Pontianak.

“Ini adalah kali yang kedua kita mengadakan misi perniagaan di Pontianak. Kali pertama ialah tahun 2011, di mana sudah tujuh tahun (kerjasama),” ujar President of Sarawak Business Federation (SBF), Datuk Abang Haji Abdul Karim Bin Tun Datuk Abang Haji Openg, kepada awak media usai meninjau stan-stan pameran yang diadakan di lantai dasar Mega Mall.

Ia mengatakan, pameran ini merupakan tindaklanjut dari program tangan sebelumnya sudah dilakukan nota kesepahaman antara SBF dan Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Kalbar pada September tahun lalu.

“Di mana kita menandakan ini perjanjian kerjasama. Dan alhamdulilah kita telah dapat perhubungan bisnis, khususnya bisnis antara Kadin dan SBF,” katanya.

Ia menjelaskan, Business Mission ini juga dalam rangka membuka peluang bagi sektor swasta agar kelak produk yang bernilai jual dapat dipromosikan di kedua negara, Malaysia dan Indonesia.

Selain sektor bisnis, SBF juga memamerkan sektor pelayanan khususnya terkait pelayanan kesehatan.

“Kita telah banyak menerima pelawat-pelawat (pengunjung) medical. Dan mereka telah mengikuti program yang kita adakan, perawatan kesehatan,” terangnya.

Di tempat yang sama, Ketua Kadin Kalbar Santyoso Tio mengatakan, kerjasama antara Sarawak-Kalbar di bidang bisnis ini salah satunya dengan memperkenalkan masing-masing produk unggulan.

“Jadi kerjasama SBF dengan Kadin Kalbar, bagaimana menggali potensi dan bagaiman menggali antar dua daerah,” katanya.

Kerjasama SBF dan Kadin ini juga membahas tantangan dalam berbisnis. Kendala yang dihadapi para pengusaha, kemudian akan disampaikan kepada pemerintah kedua belah pihak.

Di antara produk Kalbar yang telah dipasarkan ke negeri Jiran, antara lain adalah olahan makanan. Selain itu, kata Santyoso, produk keterampilan seperti tenun juga tengah dipromosikan.

“Seperti juga kita akan mempromosikan tenun Sambas dan lain sebagainya,” pungkas dia.

Kegiatan Business Mission ini berlangsung hingga Minggu (22/4/2018). Rencananya, sejumlah menteri dari negeri Jiran akan bertandang ke Kalbar. Di antaranya ada Ministry of industrial and entrepreneur development, trade and Investment Sarawak. (qrf)