Menjadi CU Terbesar di Indonesia, Pj Gubernur Apresiasi Prestasi Puskopdit BKCU

oleh -830 views
Pj Gubernur Kalbar Dodi Riyatmadji.

PONTIANAK, KILASKALBAR.com – Penjabat (Pj) Gubernur Kalbar Dodi Riyatmadji mengapresiasi prestasi yang dicapai oleh Puskopdit BKCU Kalimantan bersama-sama 43 anggota Credit Union (CU) primernya sehingga menjadikan Puskopdit BKCU Kalimantan sebagai koperasi simpan pinjam sekunder terbesar di Indonesia, dengan anggota yang tersebar di 18 provinsi.

“Hal ini sebagai bukti bahwa semangat berkoperasi di kalangan masyarakat Indonesia khsusnya Kalbar masih sangat kuat,” ujar saat hadir dalam acara Rapat Anggota Tahunan Puskodit BKCU Kalimantan di Hotel Kini, Pontianak, Jumat (13/4/2018).

Credit Uninon, sambung Dodi, sebagai koperasi yang merupakan kumpulan orang-orang dari berbagai latar belakang agama, etnis, profesi, sebagai anggota dan sekaligus sebagai pemilik telah berhasil membuktikan bahwa usaha yang dikelola secara sungguh-sungguh, tekun dan dengan semangat kebersamaan serta solidaritas mampu menjadi sebuah usaha yang besar.

“SayaSaya i menegaskan kepada seluruh anggota Puskopdit BKCU Kaiimantan, bahwa pilihan bergabung menjadi anggota Puskopdit BKCU Kalimantan adalah pilihan yang sangat tepat,” katanya.

Dodi mengatakan, dengan anggota yang tersebar di 18 provinsi, Puskopdit BKCU Kalimantan beserta anggota CU primernya telah turut serta memutar roda perekonomian masyarakat.

Demikianpula dengan tiga Puskopdit Iainnya yang ada di Kalbar, yaitu Puskopdit Kapuas di Sintang, Puskopdit Khatulistiwa dan Puskopdit Borneo di Kota Pontianak, bersama dengan anggota CU primernya telah ikut andii dan berkontribusi dalam pembangunan ekonomi masyarakat Kalbar.

Ia menyebutkan, saat ini jumlah koperasi di Kalbar sebanyak 3.761 unit koperasi, dengan jumlah koperasi aktif sebanyak 2.578 unit atau sebesar 68,5 persen dengan total aset yang dimiliki koperasi sampai dengan akhir tahun 2017 sebesar Rp13,7 triliun Iebih.

Sedangkan omset koperasi berjumlah Rp8,6 triliun. Adapun jumlah anggota koperasi sebanyak 1.140.580 orang, setara dengan 20,9 persen dari total jumlah penduduk Kalbar.

Dari jumlah koperasi tersebut, Dodi merasa bangga dengan kiprah yang diperlihatkan koperasi kredit atau CU.

Dengan jumlah CU yang ada di Kalbar sebanyak 51, memiliki total aset sebesar Rp9,4 triliun lebih, dengan jumlah anggota sebanyak 852.303 orang.

“Dalam tataran pembina perkoperasian, kami yakin kiprah yang telah diperlihatkan oleh koperasi-koperasi kredit merupakan hasil kerja keras dan kerja cerdas yang secara nyata memberikan manfaat kepada anggotanya dan kebanggan bagi kita semua,” papar Dodi.

“Tidaklah berlebihan saya menyampaikan bahwa Kalbar merupakan pusat studi dan pengembangan koperasi kredit di Indonesia. Ini dibuktikan, banyak pihak dari luar Kalbar yang berkunjung ke koperasi-koperasi kredit untuk melakukan visitasi dan studi atas keberhasilan koperasi kredit tersebut,” sambungnya.

Ia berkeyakinan bahwa koperasi khususnya di Kalbar, meskipun mendapatkan tantangan yang begitu berat, tidak akan mudah tergerus, hanyut dan memudar.

Karena koperasi memiiiki nilai-nilai yang berbeda dengan nilai-nilai yang dimiiiki iembaga ekonomi Iainnya.

“Dalam koperasi kita membangun usaha atas dasar kekeluargaan, kebersamaan dan kemandirian. Dalam koperasi anggotalah yang memiliki kekuasaan tertinggi, sehingga dengan tekad, komitmen dan spirit untuk maju akan senantiasa iestari terpelihara secara berkesinambungan dengan satu tujuan yaitu mewujudkan kesejahteraan anggota,” katanya.

Dalam koperasi jugalah, sambung dia, kita membangun usaha dengan tidak semata-mata berlandaskan atas kekuatan modal, namum Iebih mengedepankan pengembangan usaha dengan memperhatikan potensi sosial dan kultur masyarakat.

“Rapat anggota tahunan ini merupakan salah satu indikator utama dalam menjaga kesinambungan dan eksistensi koperasi agar tetap berjalan, bergerak maju dan menjadi agen pembangunan bagi anggota dan masyarakat,” ujarnya.

Melalui kegiatan rapat anggota tahunan ini pula hak-hak anggota diakomodir dan pengurus serta pengawas mempertanggungjawabkan apa yang telah dilaksanakannya selama tahun buku yang telah lalu.

“Kita semua menjadi saksi bahwa Puskopdit BKCU Kalimantan telah menjalankan prinsip-prinsip perkoperasian yang sesuai dengan ketentuan,” kata Dodi mengingatkan.

(Humas Pemprov Kalbar/qrf)