APJI Kalbar : Bright Gas Non Subsidi Lebih Murah dan Aman

oleh -372 views
Deklarasi APJI Kalbar di kantor cabang Pertamina Pontianak

PONTIANAK, KILASKALBAR.com – Para pengusaha kuliner, rumah makan dan katering yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Jasaboga Indonesia (APJI) Kalbar mendeklarasikan penggunaan gas elpiji nonsubsidi di Kantor Cabang Pertamina, Jalan Sutoyo, Pontianak, Rabu (6/6/2018).

Ketua DPP APJI Kalbar Habibi mengatakan hingga saat ini sebanyak 37 pengusaha kuliner, rumah makan dan lainnya yang tergabung dalam APJI Kalbar yang terbentuk sejak lima tahun silam di Kota Pontianak.

Menurut Habibi, penggunaan bright gas terhitung lebih murah dan aman dibanding menggunakan elpiji tiga kilogram.

“Sebelumnya saya dalam sehari menggunakan 12 tabung untuk gas subsidi.  Ketika beralih menggunakan Bright Gas 5,5 kilogram menjadi hanya empat tabung per hari,” kata Habibi, Rabu siang.

Habibi menambahkan, setiap anggota APJI Kalbar saat ini telah mendapat kartu tanda anggota.

Salah satu syarat untuk menjadi keanggotaan diantaranya adalah harus mendapat rekomendasi dari pihak Pertamina, APJI dan instansi terkait lainnya, sehingga kalau tidak mentaati aturan, maka kartu keanggotaan tersebut bisa dicabut.

General Manajer MOR VI, Pertamina Wilayah Kalbar Made Ade Putra menyampaikan apresiasinya kepada APJI Kalbar atas komitmennya untuk menggunakan elpiji nonsubsidi tersebut.

“Tentunya kami berharap, apa yang dilakukan oleh APJI Kalbar, bisa menjadi contoh bagi pengusaha kuliner lainnya yang ada di Kota Pontianak dan Kalbar umumnya,” kata Made.

“Apalagi dengan beralihnya para pengusaha kuliner untuk menggunakan elpiji nonsubsidi akan berdampak pada meningkatkan pemasukan daerah,” tambahnya.

Selain itu, sebut Made, pihaknya bersama instansi terkait yang ada di Kalbar juga terus melakukan sosialisasi terkait penggunaan bright gas bagi pengusaha kuliner.

“Kami meminta awak media juga aktif mensosialisasikan, bahwa para pengusaha kuliner yang pendapatannya sebesar Rp 1,5 juta per hari sudah tidak berhak lagi menggunakan elpiji subsidi tersebut,” jelasnya.

Penjabat sementara Wali Kota Pontianak, Mahmudah menyatakan dukungannya kepada sejummlah pengusaha yang tergabung dalam APJI yang sudah berkomitmen untuk menggunakan elpiji nonsubsidi.

“Dengan beralihnya para pengusaha yang tergabung dalam APJI tersebut, maka elpiji tiga kilogram, ke depannya memang benar-benar dimanfaatkan atau digunakan oleh masyarakat yang berhak saja,” ujarnya.

Sehingga, menurutnya pihak Pemkot sangat mendukung langkah Pertamina dan APJI dalam menggalakkan penggunaan elpiji nonsubsidi bagi para pengusaha rumah makan, restoran dan pengusaha katering lainnya.

“Apalagi menjelang Lebaran, penggunaan BBM dan elpiji akan meningkat, maka langkah APJI yang komitmen untuk menggunakan elpiji nonsubsidi sangat membantu pemerintah agar elpiji subsidi memang digunakan oleh masyarakat yang benar-benar berhak,” kata Mahmudah. (*/Noy)