Ketua Hipmi Kalbar Sampaikan Aspirasi Pengusaha ke Presiden Jokowi

oleh
Ketua Umum BPD Hipmi Kalbar, Denia Abdussamad bersama Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (5/4/2018).

JAKARTA, KILASKALBAR.com – Presiden Joko Widodo kedatangan para pengusaha muda Indonesia yang tergabung dalam Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (5/4/2018).

Para pengusaha muda ini merupakan ketua-ketua BPD Hipmi dari berbagai provinsi. Dalam kesempatan itu, Presiden didampingi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Sekretaris Kabinet Pramono Anung dan Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto dan Mentri Perdagangan Enggartiasto Lukita.

Pada kesempatan itu, juru bicara aliansi Ketua Umum BPD Hipmi se-Kalimantan, Denia Abdussamad, menyampaikan beberapa poin terkait peluang dan kendala di lapangan bagi pengusaha lokal.

Ia mengatakan, hal itu disampaikannya agar Hipmi dapat terlibat secara aktif dalam geliat percepatan pembangunan ekonomi di segala sektor di Kalimantan.

“Poin pertama adalah terkait disegerakannya realisasi operasional DryPort atau terminal barang di PLBN Entikong, Aruk dan Badau. Hipmi diharapkan mengambil peranan strategis dan bisa terlibat aktif sebagai Tim Pokja dalam pengelolaan tata niaga ekspor impor antar negara, agar pengusaha muda daerah menjadi yang terdepan dalam menangkap peluang dari hasil inventarisir peluang dagang antar Kalimantan Barat dan Serawak,” katanya.

Denia yang juga Ketua Umum BPD Hipmi Kalbar ini melanjutkan, poin kedua, Hipmi berharap diberikan kemudahan terlibat secara kongkret dalam realiasi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).

“Misal di Kalsel ada KEK Batu Licin dan KEK Jorong,” ucapnya.

Poin ketiga, Hipmi berharap dapat terlibat dalam projek besar perluasan kilang minyak Pertamina di Kaltim yang segera direalisasikan dalam tahun ini.

“Poin keempat, Hipmi Kalimantan menagih janji Presiden RI Jokowi Dodo untuk pembangunan akses rel kereta api antar Kalimantan segera menjadi nyata di periode kepemimpinan beliau,” pintanya.

Lebih lanjut ia mengatakan, aspirasi yang disampaikan kepada orang nomor satu Republik ini adalah agar Hipmi dapat menjadi lokomotif pengusaha pejuang di daerah yang harus mendapat atensi lebih supaya berperan aktif terhadap percepatan pembangunan ekonomi wilayah Kalimantan dan Kalimantan Barat pada khususnya.

“Apabila pengusaha lokal diberi ‘karpet merah’ dan akses kemudahan mengelola proyek pemerintah, maka perputaran uang juga terjadi di daerah. Itu berdampak bagi makro ekonomi Indonesia. Pertumbuhan ekonomi yang stabil antara pusat dan daerah mengikis terjadinya ketimpangan pembangunan. Pemerintah sebagai penguasa anggaran dan pengatur regulasi punya peran vital dalam mengelola manajemen perkonomian nasional,” paparnya.

Dari pertemuan, Denia mengungkapkan, secara umum, Presiden terus mendorong para pelaku usaha, khususnya entrepreneur muda untuk terus tumbuh dan berkembang. Karena Indonesia masih membutuhkan banyak entrepreneur untuk memajukan perekonomian nasional.

“Karena hampir di semua negara maju standarnya memiliki entrepreneur di atas 14 persen dan Indonesia masih 3,01 persen. Sehingga Presiden mengapresiasi kepedulian yang ditunjukkan Hipmi dengan mengajak sejumlah pihak untuk turut terjun ke dalam dunia usaha, melalui Hipmi Goes to School, Hipmi Goes to Campus, nanti ada Hipmi Goes to Pesantren,” ungkapnya menjelaskan apresiasi Presiden. (*/qrf)