Kecamatan Ngabang Juara Umum, Karolin Tutup Kegiatan Naik Dango di Landak

oleh -436 views
Penyerahan piala oleh Presiden MADN.

LANDAK, KILASKALBAR.com – Kegiatan Naik Dango ke-34 di Kabupaten Landak telah berakhir. Setelah dilaksanakan selama empat hari Acara ditutup secara resmi oleh Bupati Landak dr Karolin Margret Natasa pada Minggu malam (28/4/2019).

Bersamaan dengan acara penutupan ini juga diumumkan para juara sekaligus penyerahan piala bagi para pemenang yang mengikuti rangkaian perlombaan Naik Dango.

Kecamatan Ngabang yang juga merupakan tuan rumah Naik Dango ke- 34 tahun 2019 terpilih sebagai juara umum, mengungguli 26 kontingen lainnya.

Bupati Landak dr Karolin Margret Natasa mengapresiasi semua pihak yang terlibat mensukseskan kegiatan Naik Dango ke-34 tahun 2019 ini sehingga dapat berjalan baik dan lancar dari awal hingga berakhirnya kegiatan.

“Kami berterimakasih kepada semua pihak yang telah mensukseskan acara ini mulai dari para peserta, panitia, pihak keamanan bahwa dalam pelaksanaan segala sesuatunya berjalan lancar, aman, dan tertib,” ujar Karolin.

Menurut Karolin ada tiga hal yang menjiwai kegiatan Naik Dango untuk bisa menuju bangsa yang maju.

“Tiga hal yang kita harapkan bisa menjiwai kegiatan Naik Dango ini yaitu Berdaulat di bidang politik, mandiri di bidang ekonomi, dan berkepribadian di bidang budaya. berkepribadian di bidang kebudayaan merupakan sarat mutlak untuk bisa menjadi bangsa yang maju,” jelas Karolin.

Karolin merasa bangga dengan antusias Masyarakat Dayak yang terus bersatu dari tiga kabupaten untuk berkumpul sehingga dalam perjalanannya kegiatan Naik Dango telah terlaksana sebanyak 34 kali.

“Kita harus bangga dengan Naik Dango karena tidak ada acara semacam uni ditempat lain, yang acaranya diikuti oleh tiga kabupaten hanyalah naik dango Dayak Kanayatn yang sudah berlangsung 34 kali,” ujar Karolin.

Sementara itu ketua panitia Naik Dango ke-34 tahun 2019 Alpius menegaskan bahwa seluruh rangkaian kegiatan Naik Dango sudah berjalan dengan baik walaupun ada beberapa perlombaan sempat tertunda dikarenakan faktor cuaca.

“Seluruh kegiatan sudah berjalan sebagaimana yang kita harapkan, walaupun memang ada juga beberapa kegiatan yang terhambat pelaksanaannya karena faktor hujan tetapi sudah bisa terlaksana dihari berikutnya,” jelas Alpius.

Alpius turut mengapresiasi semua pihak yang yang telah berpartisipasi dalam kegiatan Naik Dango.

“Kami berterimakasih kepada semua pihak keamanan maupun peserta kontingen yang sudah berpartisipasi dalam kegiatan ini sehingga pelaksanaannya bisa aman, damai dan tertib,” tukas Alpius.

Ketua Dewan Adat Dayak Kabupaten Landak Heri Saman mengungkapkan bahwa Naik Dango merupakan budaya yang harus diwariskan kepada generasi muda.

“Melalui semua kegiatan naik dango mulai dari ritual adat hingga berbagai perlombaan membuktikan generasi muda sangat peduli dengan adat istiadat dan budaya,” pungkas Heri Saman.

“Ternyata antusias dari generasi muda Dayak sangat luar biasa, saya harap generasi muda ini tetap diwarisi seni dan budaya,” sambungnya.

Untuk pelaksanaan Naik Dango selanjutnya di tahun 2020 mendatang telah ditunjuk Kecamatan Toho Kabupaten Mempawah sebagai tuan rumah penyelenggara. Hal ini merupakan keputusan yang diambil bersama oleh semua pengurus adat melalui Bahaupm. (noy)