Bupati Landak Kerjasama Dengan Solidaridad, Kembangkan Tanaman Kakao

oleh -577 views
Bupati Landak menyerahkan bibit kakao ke petani. (IST)

LANDAK, KILASKALBAR.com – Untuk mewujudkan dasar perekonomian yang kuat di masyarakat, Bupati Landak menjalin kerjasama dengan Yayasan Solidaridad Indonesia dalam mengembangkan tanaman kakao. Dipilihnya tanaman tersebut karena Pemerintah Kabupaten Landak sudah memiliki banyak pertimbangan antara lain kebutuhan bahan baku kakao, kondisi geografis yang cocok serta biaya yang ekonomis.

Kerjasama yang diawali dengan acara pencanangan desa kakao dan pengembangan tanaman kakao di Desa Rabak, Kecamatan Sengah Temila, Kabupaten Landak tersebut ditandai dengan penyerahan bibit kakao secara simbolis oleh Bupati Landak kepada para petani.

Dalam sambutannya Bupati Landak Karolin Margret Natasa menyampaikan bahwa penyaluran bibit tersebut sengaja dilakukan untuk membantu masyarakat dalam rangka memenuhi permintaan pasar.

“Budidaya tanaman kakao ini sebenarnya sudah lama yang dapat kita jumpai seperti di kecamatan Sengah Temila, Menyuke, Menjalin, Mempawah Hulu serta Kecamatan Air Besar. Namun kendala yang ditemui yakni hama penyakit yang menyerang tanaman serta pemasarannya yang belum terlalu jelas sehingga pada saat itu tidak berkembang dengan baik,” jelas Bupati Landak dihadapan para petani, Senin (27/1/2020).

Menyikapi terkait serangan hama tersebut, Bupati Karolin juga mengajak masyarakat untuk turut serta dalam mengatasinya misalnya menjaga hewan ternak yang dipastikan dapat merusak perkebunan masyarakat.

“Nanti sebelum memulai bertanam kakao maka jangan lupa hewan ternak nya dikandang supaya tidak mengganggu bibit yang sudah ditanam. Dengan demikian maka usaha kita tidak akan sia-sia,” pesannya.

Selain itu Karolin juga berharap untuk tanaman kakao dikembangkan pada wilayah sekitarnya supaya lebih mudah dalam mempersiapkan sarana dan sarana untuk mendukung pengembangan kakao di Kabupaten Landak.

“Target kita bukan hanya sentra penghasil bahan mentah biji kakao, tetapi sebagai penghasil bahan baku industri dari tanaman kakao. Kami juga berharap program ini didukung oleh semua pihak dan jangan hanya seremonial belaka namun harus memberikan pengaruh pada peningkatan kesejahteraan petani terutama wilayah sentra pengembangan yang dicanangkan pada hari ini. Bagi masyarakat yang mendapatkan bibit kami harap supaya bibit tersebut ditanam dan dirawat sesuai standar budidaya yang ada sehingga dalam 4 tahun kedepan kita dapat mendapatkan hasilnya dan ini merupakan potensi yang menguntungkan,” pinta Karolin.

Sementara itu perwakilan Yayasan Solidaridad, Prof. H. Gusti Muhammad Hatta dalam sambutannya menyampaikan bahwa pihaknya siap membantu pengembangan kakao di Kabupaten Landak.

“Kami siap membantu masyarakat disini, mulai dari pembibitan, penanaman, perawatan bahkan kita akan bantu dalam memasarkannya, sehingga impian menjadi sentra kakao di Kabupaten Landak bisa terwujud,” ucap Hatta.

Lebih lanjut Hatta juga mengatakan untuk memberikan semangat para petani, pihaknya akan mengajak petani dalam studi banding.

“Kebetulan di Jembrana, Bali tanaman kakao ini sudah berkembang dengan baik, maka nanti kita akan mengajak perwakilan masyarakat supaya mempelajari teknik budidaya kakao di sana,” ujarnya. (*)