Perempuan Desa Gambut Kalbar Produksi 10 Ribu Masker Kain

oleh -524 views
Ibu-ibu PKK sedang memotong kain dan menjahit masker di desa Penjalaan Kayong Utara. (IST)

PONTIANAK, KILASKALBAR.com – Pencegahan virus corona dilakukan antara lain dengan terus mengenakan masker. Pemerintah seperti disampaikan Juru Bicara Gugus Tugas COVID-19, Ahmad Yurianto, mewajibkan pemakaian masker. Mereka yang bukan tenaga medis dianjurkan menggunakan masker kain non-medis.

Menyambut anjuran itu sekaligus bersamaan dengan peringatan Hari Kartini di bulan April ini, Badan Restorasi Gambut (BRG) melakukan kegiatan produksi masker kain bersama dengan kaum perempuan yang ada di desa-desa Peduli Gambut (DPG) yang didampingi BRG. Tidak terkecuali DPG di Kalimantan Barat.

Pembuatan masker ini bagian dari upaya BRG mendukung kebijakan Pemerintah mencegah penyebaran COVID-19.

“Kami mendukung Kementerian Desa mempersiapkan desa-desa DPG melakukan pencegahan penyebaran virus corona ini. Beberapa fasiliitator desa ikut menjadi relawan desa dan sekarang kami kongkritkan dengan pembuatan masker kain,” demikian disampaikan Muhammad Yusuf, Kepala Sub Kelompok Kerja Peningkatan Partisipasi Desa Gambut BRG.

Terdapat 49 DPG yang sudah didampingi sejak 2017 dan tahun ini BRG mendampingi 31 DPG di Kalbar.

“Untuk pembuatan masker ini, kami bekerja di 4 desa yaitu Desa Penjalaan dan Desa Satai Lestari di Kayong Utara, lalu Desa Lambau dan Desa Sarang Burung Danau di Kabupaten Sambas. Masing-masing desa membuat 2.500 masker,” kata Hermawansyah, Dinamisator DPG Kalbar, melalui rilis, Minggu (26/4/2020).

Ditanya alasan pemilihan desa, Hermawansyah yang akrab dipanggil Wawan menjelaskan hal itu dilakukan mengingat keberadaan mesin jahit dan kelompok perempuan yang bisa menjahit.

“Kita perlu bertindak cepat. Karena itu kami prioritaskan dulu kegiatan ini pada ketersediaan mesin jahit dan penjahit di desa,” ujarnya.

Dari Desa Penjalaan, Nurul Fidhea Yenny, Fasilitator DPG yang bertugas di desa itu menjelaskan pembuatan masker melibatkan bidan desa yang memberikan arahan tentang standar masker yang diperlukan. Masker dibuat oleh ibu-ibu anggota PKK Ceria Jaya.

“Mereka menonton bersama tutorial penjahitan masker yang disiapkan BRG,” terang Yenny.

Jina Mariana (34), Tim Penggerak PKK Ceria Jaya bersama anggota kelompoknya kelihatan antusias menyambut rencana produksi masker ini.

“Kami berterima kasih kepada BRG yang telah melibatkan kelompok PKK dalam pembuatan masker,” ujar Jina Mariana.

“Apalagi kegiatan ini modelnya ‘padat karya tunai’ sehingga anggota kelompok kami juga mendapatkan uang harian. Tentu di masa sekarang hal ini sangat berarti bagi ibu-ibu di desa,” tambahnya.

Selain di Penjalaan, DPG di Kayong Utara yang memproduksi masker juga adalah Desa Satai Lestari. Fasilitator Desa Agus Safitri dan Burhan mendampingi kelompok perempuan di sana membuat masker-masker ini.

Di Sarang Burung Danau, pembuatan masker dilakukan oleh kelompok PKK Kreasi Desa.

“Saat ibu-ibu menonton video tutorial pembuatan masker, Kepala Desa juga turut mendampingi,” ujar fasilitator desa Temi Wijaya.

“Demikian halnya di Desa Lambau, sejak bahan kain dan benang dari BRG datang, ibu-ibu kelompok PKK Sinar Harapan mulai sibuk memotong kain untuk dijahit,” tambah Desy Fasilitator Desa yang bertugas di Desa Lambau.

“Masker yang diproduksi ibu-ibu PKK dari desa-desa gambut ini dikerjakan selama lima hari, setelah jadi akan dibagikan gratis ke masyarakat desa-desa sekitarnya. Kontribusi BRG ini merupakan bagian dari upaya bersama Pemerintah dan masyarakat dalam mencegah penyebaran virus Covid 19,” tegasnya Hermawansyah.

“Dan semoga yang kita lakukan ini, apalagi saat moment bulan suci Ramadhan dapat menjadi ladang amal bagi kebaikan bersama,” harapnya. (*)