Menang Quick Count, Jokowi-Ma’ruf Diminta Lirik Orang Kalimantan Masuk Kabinet

oleh -1.927 views
Abelnus.

PONTIANAK, KILASKALBAR.com – Ketua Umum Forum Perbatasan Provinsi Kalimantan Barat (Border Forum West Borneo), Abelnus, menyampaikan selamat kepada pasangan nomor urut 01 yang berdasarkan hasil quick count sejumlah lembaga survei Indonesia unggul pada Pilpres 17 April 2019.

Abelnus berharap jika Jokowi kembali memimpin Indonesia sebagai Presiden Republik Indonesia. Pertama diharapkan agar tetap menjadi Presiden Republik Indonesia yang adil, bijaksana dan tidak diskriminatif terhadap kelompok masyarakat minoritas di Indonesia.

“Kedua, mampu menjadi presiden pemersatu seluruh etnis, suku, agama/kepercayaan dan budaya yang beragam di Indonesia. Ketiga, mendorong pengesahaan undang-undang pengakuan dan perlindungan masyarakat adat. Keempat, menyelesaikan pembangunan infrastruktur di pulau Kalimantan. Kelima, meminta agar Presiden Joko Widodo tidak melaksanakan program transmigrasi antar pulau di pulau Kalimantan. Keenam, meminta Kepada Bapak Presiden Joko Widodo agar membebaskan hutan Kawasan di sepanjang wilayah Perbatasan Kalimantan Barat yang hingga kini masyarakat tidak dapat membuat sertifikat akta tanah dan perkebunan. Dan ketujuh, gar Presiden Joko Widodo memberikan program beasiswa khusus perguruan tinggi S1/S2/S3 (Alfermasi) pemuda-pemudi masyatakat asli perbatasan,” ujarnya, Jumat (26/4/2019).

Abelnus menilai, pembangunan wilayah perbatasan di Indonesia khususya di Kalbar belum maksimal.

“Oleh karena itu pemerintah perlu maksimalkannya seperti penataan infrastruktur dan lingkungan masyarakat yang bermukim di sekitar PLBN, mempercepat pembangunan Dry Port Entikong, Aruk dan Nanga Badau,” paparnya.

Menurut Abelnus, sebaiknya pemerintah pusat fokus tiga pembangunan PLBN terlebih dahulu di Kalbar tanpa mengabaikan proses pembangunan infratruktur dasar di kawasan perbatasan lainnya.

“Karena terlalu banyak PLBN di buka juga tidak efektif, aspek manfaat sangat penting dipertimbangan oleh pemerintah, jangan sampai PLBN dibangun tetapi sepi pengunjung dan pelintas antar negara,” jelasnya.

Peneliti kawasan perbatasan darat dan laut di Kalbar ini juga meminta, agar model pembangunanK kawasan perbatasan lebih mengutamakan konsep pembangunan dari bawah ke atas, dengan tujuan agar pembangunan tersebut tidak membanjir serta bermanfaat bagi kepentingan masyarakat setempat.

“Sebaikanya pemerintah harus melibat tokoh Masyarakat dan Pemuda dalam membuat konsep pembangunan, sehingga pembangunan yang dilaksanakan dapat bermanfaat bagi masyarakat,” harapnya.

Kedepan, kata Abelnus, pemerintah membangunan itu sesuai kebutuhan masyarakat setempat, bukan berdasarkan keinginan pemerintah semata.

Abelnus menilai, selama ini pendekatan pemerintah dalam membangun selalu mengutamakan pembangunan infrastruktur fisik dan terkesan mengabaikan pembangunan manusianya, kedepan kita berharap agar konsep pembangunan harus mengutamakan pembangunan sumber daya manusianya (SDM) seperti konsep peningkatan keterampilan masyarakat di perbatasan dengan harapan masyarakat menjadi terampil dan menjadi mandiri.

Abelnus yang juga Ketua Ikatan Cendekiawan Dayak Nasional (ICDN) Kabupaten Sambas ini, menaruh harapan kepada Bapak Presiden Joko Widodo kedua kali sebagai Presiden Republik Indonesia agar menjadikan atau meminta tokoh masyarakat atau pemuda Kalimantan untuk menjadi salah satu menteri di kabinet Presiden dan Wakil Presiden, Joko Widodo-Ma’ruf Amin.

“Pengakuan terhadap kontribusi nyata Perjuangan Masyarakat Kalimantan selama ini, sudah selayaknya Tokoh terbaik Kalimantan untuk menjadi Menteri periode kedua Presiden Ir. Joko Widodo, terutama dari kalangan tokoh Dayak,” harapnya.

Selama ini masyarakat Dayak Indonesia telah berkontribusi nyata terhadap Keutuhan dan persatuan Negara Republik Indonesia, maka sudah sepantasnya putra terbaik Dayak menjadi Menteri Presiden Ir. Joko Widodo-Ma’ruf. (*/noy)