Bangun Kerjasama, Pemkab Landak Gelar Dialog Bersama DPRD

oleh -658 views
Dialog bersama anggota DPRD di aula Desa Putra Pahauman. (IST)

LANDAK, KILASKALBAR.com – Untuk membangun kerjasama di bidang spiritual, Pemerintah Kabupaten Landak menggelar dialog bersama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Landak dan DPRD Provinsi Kalimantan Barat, kegiatan yang dimulai pada pukul 09.00 WIB tersebut dilaksanakan di aula Desa Putra Pahauman. Hadir dalam dialog tersebut Ocin, Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia mewakili Bupati Landak, Minsen, perwakilan DPRD Provinsi Kalimantan Barat, perwakilan DPRD Kabupaten Landak, Pastor Paroki serta sejumlah perwakilan umat paroki Pahauman.

Dalam sambutan Bupati Landak yang disampaikan Ocin bahwa membangun infrastruktur sebenarnya tidak sulit karena hanya memerlukan dana, namun dirinya mengingatkan bahwa ikatan kepemilikan antar masyarakat akan terasa kurang.

“Jika kita punya dana maka bangunan apapun yang akan dibangun pasti selesai dengan cepat tanpa melibatkan banyak pihak. Tapi bukan ini yang kita inginkan seperti gereja paroki pahauman ini sejujurnya kita sudah mengadakan aksi gotong royong seluruh umat paroki namun tidak sesuai dengan rencana kita oleh sebab itu kami mengajak semua untuk berdialog bersama dalam menyikapinya,” ujar Ocin yang membacakan sambutan Bupati Ladnak dihadapan anggota DPRD, Rabu (21/1/2020).

Ocin melanjutkan bahwa pembangunan tempat ibadah adalah tanggungjawab bersama namun membangun sumber daya manusianya adalah persoalan yang tidak mudah.

“Saat sebuah gereja dibangun dengan megahnya namun setiap ibadah ternyata yang datang hanya separuh maka pembangunan itu akan sangat disayangkan. Maka dari itu kita terus berupaya membangun SDM kita supaya berpikir maju terutama dalam iman supaya umat kita sadar pentingnya kebersamaan dalam mewujudkan cita-cita,” tambahnya.

Minsen yang hadir dalam dialog tersebut menyampaikan bahwa pembangunan sebuah gereja diperlukan kerjasama yang solid antara umat dan pihak terkait.

“Kami sangat menyambut baik rencana masyarakat yang telah disampaikan namun sebuah gereja dengan daya tampung ribuan umat maka pembangunannya tidak mungkin dilakukan satu pihak mengingat terbatasnya dana. Nah dalam hal demikian kerjasama yang baik sangat diperlukan dalam merealisasikannya oleh sebab itu mari kita bersama-sama dalam mewujudkannya,” ucap Minsen.

Sementara itu salah satu umat yang enggan disebutkan namanya menyampaikan bahwa kehadiran umat dalam beribadah saat ini cukup memperihatinkan mengingat kesadaran umat sudah berganti kearah yang lebih ekonomis.

“Kebetulan kita sering melihat kehadiran umat setiap hari minggu ternyata selalu mengalami penurunan. Setelah kami telusuri hasilnya setiap kami jumpai mereka mengatakan bahwa jika mereka bekerja hasil yang didapat dari perusahaan adalah dua kali lipat hari kerja (HK),” jelasnya.

Dirinya juga setuju dengan membangun SDM yang maju maka akan berdampak pada hidup mengereja.

“Pembangunan SDM sangat kami dukung namun kami juga mohon kepada pihak terkait terutama perusahaan supaya tidak memberikan tambahan kerja pada hari minggu bahkan kami minta untuk ditiadakan,” pintanya. (*)