Dideportasi dari Malaysia, Pekerja Migran Jalani Cek Kesehatan

oleh -645 views
Pekerja migran yang dideportasi dari Malaysia, melakukan cek kesehatan.

PONTIANAK, KILASKALBAR.com – Sebanyak 178 pekerja migran indonesia non prosedural di deportasi pemerintah malaysia melalui Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Entikong, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, Sabtu (21/3/2020).

Dari 178 pekerja migran itu, 124 di antaranya laki-laki dan 54 orang perempuan.

Kepala Seksi Perlindungan dan Pemberdayaan, Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Pontianak, Andi Kusuma Irfandi mengatakan sebagian besar pekerja migran yang dideportasi ini tidak memiliki paspor dan permit atau visa bekerja.

“Sementara sebagian lain ikut orangtua dan mereka yang melapor ke KJRI Kuching, Malaysia dan minta dipulangkan,” kata Andi, Sabtu malam.

Andi menjelaskan sebelum masuk Indonesia, 178 pekerja migran itu melewati serangkaian pemeriksaan kesehatan. Di antaranya di PLBN Entikong, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, oleh Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) serta saat tiba di Dinas Sosial provinsi Kalbar.

“Kita tahu malaysia sebagai salah satu negara terkena virus corona. Pemeriksaan itu sebagai langkah antisipasi jika ada pekerja migran indonesia yang terindikasi virus covid 19 itu,” ujar Andi.

Andi menerangkan, dari 178 pekerja migran itu, 78 di antaranya merupakan warga Kalimantan Barat. Setelah melalui pemeriksaan kesehatan dan pendataan, mereka akan langsung dipulangkan.

Sementara 100 pekerja migran lain yang berasal dari luar Kalimantan Barat akan dipulangkan ke daerah asal, setelah Kapal Pelni tiba di Pelabuhan Dwikora Pontianak, Kalimantan Barat.

Masing-masing mereka berasal dari Jawa Timur 10 orang; Jawa Tengah 3 orang; Jawa Barat 5 orang; Nusa Tenggara Timur 3 orang; Nusa Tenggara Barat 20 orang; Banten 1 orang; Riau 1 orang; Sulawesi Selatan 42 orang; Sulawesi Barat; 6 orang; Aceh 7 orang; Jogyakarta 1 orang; dan Lampung 1 orang. (#)