Singkawang Tetapkan Status KLB Virus Corona

oleh -789 views
Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie. (IST)

SINGKAWANG, KILASKALBAR.com – Melalui surat keputusannya nomor 400/112/Setda.Kesra-B/2020, Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie, menetapkan virus corona (Covid-19) sebagai kejadian luar biasa (KLB) di Kota Singkawang.

Penetapan status tersebut, sehubungan telah diterimanya laporan hasil laboratorium Covid-19 dari Laboratorium Balitbang Kesehatan Pusat, di mana terhadap seorang pasien berinisial TN dinyatakan positif SARS corona CoV-2.

“Sehubungan dengan hal tersebut, maka dalam kesempatan ini saya menyampaikan bahwa terhitung mulai hari ini, Kamis tanggal 19 Maret 2020 pukul 17.15 WIB, melalui Keputusan Wali Kota Singkawang Nomor 400/112/Setda.Kesra-B/2020 tentang Kejadian Luar Biasa Corona Virus Disease Covid-19 Kota Singkawang saya nyatakan Kota Singkawang dalam status kejadian luar biasa (KLB), tanggap darurat corona virus Covid-19,” ujar Chui Mie saat konferensi pers di kantornya, Kamis (19/3/2020) sore.

Merespon status yang telah ditetapkan, Chui Mie mengatakan, upaya selanjutnya yang akan dilakukan antara lain meningkatkan koordinasi antar OPD, instansi vertikal, dan stakeholders terkait; mencegah dan mengendalikan penyebaran dengan cara memutus mata rantai penularan dengan kegiatan penatalaksanaan kasus surveillance, isolasi mandiri, karantina, dan pengobatan; meningkatkan kesadaran pemberdayaan masyarakat melalui perilaku hidup bersih dan sehat; dan melaporkan hasil akhir penanggulangan KLB corona virus kepada Wali Kota.

Kata Chui Mie, tindak lanjut dan langkah-langkah yang akan diambil oleh Pemkot Singkawang bersama gugus tugas percepatan penangan virus corona yakni, melanjutkan penanganan pasien dalam pengawasan (PDP).

“Dengan menempatkan dalam ruang atau kamar isolasi pada Rumah Sakit Abdul Azis dan juga melakukan swab (pengambilan sampel) untuk mengambil sampel darah serta dahak untuk memastikan kondisi kesehatan pasien mengingat sebelum hasil laboratorium keluar, yang bersangkutan sudah menunjukkan tanda-tanda kesehatan yang lebih baik,” ucapnya.

Kemudian, Pemkot juga akan menyiapkan kamar-kamar tambahan bilamana nanti diperlukan mengingat RSUD dr. Abdul Azis merupakan rumah sakit rujukan yang ditunjuk oleh Pemprov Kalbar.

Terhadap orang-orang terdekat, keluarga dan pihak-pihak lain yang patut diduga pernah melakukan kontak atau interaksi dengan pasien Covid-19, maka kata Chui Mie, akan ditetapkan sebagai orang dalam pantauan (ODP).

“Dan diwajibkan untuk mengarantinakan dirinya secara mandiri di rumah masing-masing, dan kami juga akan melakukan swab untuk sampel darah serta dahak beberapa orang dalam status ODP yang dianggap cukup rentan untuk tertular oleh pasien,” terang Chui Mie.

Pemkot juga akan akan melibatkan TNI/Polri dan stakeholders terkait dalam melakukan tracing terhadap tempat-tempat yang dikunjungi oleh pasien serta pihak-pihak lainnya.

“Dan memastikan bahwa sarana dan prasarana RSUD dr. Abdul Azis dapat berfungsi dengan baik untuk menangani pasien,” tutur Chui Mie.

Chui Mie mengimbau kepada masyarakat Kota Singkawang untuk meningkatkan kewaspadaan, tetap tenang, tidak panik, dan tidak ikut-ikutan melakukan panic buying.

“Percayakan semua kepada pemerintah karena kami pasti bekerja sekuat tenaga semaksimal mungkin untuk mampu dalam penangan virus corona ini,” katanya.

Chui Mie meminta masyarkat untuk mampu mencegah dan menjaga kesehatan serta kebersihan diri pribadi maupun lingkungan masing-masing.

“Terapkan sosial distancing (menjauhi keramaian). Patuhi imbauan-imbauan pemerintah tentang cara-cara mencegah virus corona. Dan yang paling penting tetap berdoa sesuai agama dan keyakinan masing-masing agar kita semua terhindar dari bencana penyakit dan hal-hal buruk lainnya,” pintanya.

Chui Mie mengatakan, pihaknya akan menyampaikan perkembangan informasi terkait virus corona di Singkawang ke masyarakat melalui gugus tugas penanganan. “Dengan juru bicara Sekretaris Daerah Kota Singkawang,” tutup dia. (noy)