Bupati Landak Buka Pencanangan BBGRM ke-16

oleh -234 views
Bupati Karolin meletakkan batu pertama pembangunan Gereja Tri Tunggal Maha Kudus dan peresmian Tugu Latsitardanus XII tahun 1988 pada Senin (18/11/2019) yang berpusat di Desa Sompak, Kecamatan Sompak. (IST)

LANDAK, KILASKALBAR.com – Bupati Landak Karolin Margret Natasa secara resmi membuka kegiatan pencanangan Bulan Bakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) ke-16 tingkat Kabupaten Landak tahun 2019 serta dirangkai dengan peletakan batu pertama pembangunan Gereja Tri Tunggal Maha Kudus dan peresmian Tugu Latsitardanus XII tahun 1988 pada Senin (18/11/2019) yang berpusat di Desa Sompak, Kecamatan Sompak.

Kegiatan BBGRM tahun 2019 akan berlangsung dari tanggal 18 November 2019 serta akan berakhir pada 18 Desember 2019 mendatang dan untuk BBGRM ke-16 kali ini Pemerintah Kabupaten Landak memfokuskan pembangunan jamban sehat yang dikarenakan terdapat 154 Kepala Keluarga (KK) di Desa Sompak belum memiliki jamban sehat, sehingga hal ini perlu dilakukan pembangunan jamban sehat guna mendukung peningkatan derajat kesehatan masyarakat Kabupaten Landak.

“Saat ini kita terus memberikan masyarakat sosialisasi pola hidup bersih dan sehat salah satu mereka harus wajib memiliki jamban sehat di rumah mereka. Oleh karena itu, fokus kita pada BBGRM tahun ini yakni pembangunan jamban sehat dengan melibatkan dinas terkait dan pihak lain yang ikut mendukung program jamban sehat untuk masyarakat dengan memberikan bantuan bahan material pembangunan, sehingga pembangunan jambannya bisa dilakukan masyarakat secara bergotong royong,” ucap Karolin.

Labih lanjut Bupati Landak menjelaskan, dengan pola hidup bersih dan sehat maka akan berdampak pada tumbuh kembang anak-anak di Kabupaten Landak semakin baik dan terhindar dari permasalahan stunting.

“Jika kita hidup bersih dan sehat, resiko anak-anak kita untuk mengalami diare, cacingan dan penyakit lainnya berkurang. Hal ini bermanfaat untuk tumbuh kembang anak-anak kita menjadi bagus, sehingga anak-anak Kabupaten Landak dapat terhindar dari permasalahan stunting, dan permasalah stunting ini menjadi permasalahan kesehatan yang cukup besar di Indonesia,” jelas Bupati Landak.

Selain melaksanakan pencanangan BBGRM ke-16, kegiatan juga dirangkai dengan pembangunan Gereja Katolik di Sompak, Aula Paroki di Pakumbang, Gereja Katolik di Galar, Gereja Katolik di Kenco, dan Gereja Katolik di Tahuban, dengan rangkaian secara simbolis yakni peletakan batu pertama pembangunan Gereja Tri Tunggal Maha Kudus di Sompak.

“Ini merupakan rangakaian kegiatan yang tepat, karena bentuk gotong royong ditengah masyarakat salah satunya adalah pembangunan rumah ibadah makanya kita laksanakan kegiatannya di BBGRM ini. Untuk anggaran yang kita berikan untuk 4 gereja ini sebesar Rp. 4 milyar, hal ini kita lakukan guna mendukung pembangunan keimanan di masyarakat dan kita sangat mendukung pembangunan tempat-tempat rumah ibadah seluruh agama di Kabupaten Landak yang diakui pemerintah,” terang Bupati Landak. (*)