Sukiryanto Serap Aspirasi Masyarakat Desa Antibar dan Berikan Beasiswa untuk Santri

oleh -763 views
Sukiryanto berfoto bersama Pimpinan Ponpes KH Akhmad Dahlan dan tiga santri penerima beasiswa di Desa Antibar, Kabupaten Mempawah, Kamis (15/12/2019).

MEMPAWAH, KILASKALBAR.com – Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Sukiryanto, melakukan kunjungan kerja (Kunker) ke Desa Antibar, Kabupaten Mempawah, Kamis (15/12/2019).

Dalam kunker tersebut, Sukiryanto menggelar pertemuan dengan warga setempat. Warga menyampaikan aspirasinya, antara lain terkait pembangunan pelabuhan samudera di Desa Sungai Kunyit Hulu, Kabupaten Mempawah.

“Sehubungan dengan adanya pembangunan pelabuhan samudera, diperlukan kajian mengenai dampaknya secara sosial ekonomi terhadap masyarakat di Kabupaten Mempawah,” ujar perwakilan Forum Komunikasi Pemuda Madura Kabupaten Mempawah, Miftahul Akhyar, yang disampaikan ke Sukiryanto.

Pemuda Desa Antibar lainnya, Muhimin, menyampaikan, perlu ada pemekaran di desanya. Menurut dia, pemekaran desa ini, telah berdasarkan kajian.

“Berdasarkan kajian kami, Desa Antibar perlu dilakukannya pemekaran,” katanya.

Baca juga: Serap Aspirasi Masyarakat Desa Sungai Kunyit Hulu, Sukiryanto: DPD Akan Memperjuangkan

Selain itu, Sukiryanto mendapatkan titipan aspirasi berkenaan dengan kegiatan keagamaan di Desa Antibar.

“Harapan kami, pemerintah dapat membantu kegiatan keagamaan di Ponpes KH Akhmad Dahlan Miftahul Ulum yang sudah berdiri selama 5 tahun. Ponpes kami melakukan pendidikan yang setara SD dan SMP. Jumlah santri yang mondok 70 orang. Di mana di ponpes kami setiap tahunnya ada penambahan santri. Komunikasi kami dengan seluruh lapisan masyarakat dari berbagai suku terjalin dengan baik,” harap Supendi, Pimpinan Ponpes KH Akhmad Dahlan.

Dalam pertemuan yang diadakan di kediaman Pimpinan Pondok Pesantren KH Akhmad Dahlan, Sukiryanto, menyampaikan, kehadirannya di Desa Antibar guna menyerap aspirasi.

“Niat kami berkunjung ke ponpes ini merupakan kunjungan kerja terkait tugas kami sebagai utusan daerah. Untuk membawa aspirasi masyarakat, nantinya akan dikomunikasikan kepada pemerintah daerah dan pemerintah pusat. Dengan harapan agar dapat diakomodir oleh pemerintah pusat,” ujarnya.

Apabila aspirasi masyarakat ini terealisasi, sebagai perwakilan daerah, Sukiryanto mengungkapkan, dirinya akan melakukan pengawasan.

“Dan selanjutnya, DPD akan melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan APBN oleh pemerintah,” ucapnya.

Terkait aspirasi yang disampaikan warga kepada dirinya, Sukiryanto, menjelaskan, bahwa sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya, DPD dapat memperjuangkan pemekaran daerah.

“Mengenai pemekaran desa, yang perlu diperhatikan adalah kelengkapan administrasi. Selain itu diperlukan koordinasi yang baik dengan para stakeholder. Yakni dari masyarakat-DPRD Kabupaten dan Pemkab,” terang dia.

Menyoal pembangunan pelabuhan samudera, DPD akan melakukan pemantauan terhadap pelaksanaan adanya pembangunan itu.

“Karena pembangunan pelabuhan tersebut memilki dampak terhadap PAD,” kata Sukiryanto.

Sukiryanto mengungkapkan, sebagai anggota DPD RI, dirinya akan lebih banyak turun ke daerah-daerah. Di mana sekitar 60 persen kegiatan ada di daerah, dan 40 persen di pusat.

“Nah, 40 persen inilah kami untuk mengkomunikasikan aspirasi daerah ke pemerintah pusat,” ucapnya.

“Insyaallah gaji saya sebagai Anggota DPD akan saya hibahkan kepada masyarakat Kalbar,” tutur Sukiryanto menambahkan.

Pada kesempatan yang sama, Sukiryanto memberikan beasiswa kepada tiga orang santri Pesantren KH Akhmad Dahlan sebesar Rp500 ribu perorang setiap bulannya. Beasiswa itu dimulai dari pendidikan SMP sampai tamat SMA. (noy)