Serap Aspirasi Masyarakat Desa Sungai Kunyit Hulu, Sukiryanto: DPD Akan Memperjuangkan

oleh -305 views
Anggota DPD RI, Sukiryanto, melakukan kunjungan kerja ke Desa Sungai Kunyit Hulu, Kabupaten Mempawah, Minggu (15/12/2019).

MEMPAWAH, KILASKALBAR.com – Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Sukiryanto, akan menyampaikan aspirasi masyarakat Desa Sungai Kunyit Hulu, Kecamatan Sungai Kunyit, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat (Kalbar) ke kepala daerah setempat.

Hal itu Sukiryanto sampaikan, saat melakukan kunjungan kerja ke Desa Sungai Kunyit Hulu, Minggu (15/12/2019).

“DPD akan memperjuangkan aspirasi masyarakat melalui kepala daerah. Aspirasi masyarakat Sungai Kunyit akan disampaikan ke instansi pemerintah terkait,” ujar Sukiryanto saat menggelar pertemuan dengan warga Sungai Kunyit Hulu.

Dalam kunjungan kerjanya, senator asal Kalbar itu mendatangi 15 lokasi, di mana salah satunya warga Desa Sungai Kunyit Hulu.

“Kunjungan kerja ini untuk menyerap aspirasi, kemudian akan dibahas dengan kepala daerah. Untuk selanjutnya, diusulkan untuk dianggarkan oleh pemerintah,” kata Sukiryanto.

Sebagaimana diketahui, di Desa Sungai Kunyit Hulu sedang dibangun pelabuhan samudera. Sukiryanto menyampaikan, pembangunan ini tentu akan berkontribusi besar terhadap pendapatan asli daerah (PAD). Maka dari itu, pembangunan mesti berdampak juga pada masyarakat setempat.

“Warga setempat banyak yang bekerja sebagai nelayan. Nah, kita menyerap aspirasi mereka. Kita tahu, terkait pembangunan pelabuhan samudera ini, ada aspirasi-aspirasi masyarakat yang perlu kita serap,” ucapnya.

Anggota DPD RI yang masuk dalam Komite IV Bidang Anggaran ini, menjelaskan, bahwa di pemerintah provinsi terdapat dana bantuan sosial yang nilainya cukup besar, dan dana tersebut dapat diakses oleh masyarakat. Untuk mengakses bantuan itu, masyarakat mesti memenuhi legalitas kelengkapan.

“Kemudian akan diusulkan ke pemerintah dengan anggaran di atas 1 milyar,” ujarnya.

Selain persoalan pelabuhan samudera, dalam pertemuan itu warga juga menyampaikan aspirasi untuk sektor pertanian. Warga juga meminta agar perwakilan daerah dapat memperjuangkan harga karet yang kian anjlok. (noy)