Forum Perbatasan Kalbar Tegas Menolak Isu People Power

oleh -275 views
Ketua Forum Perbatasan Provinsi Kalimantan Barat,, Abelnus.

PONTIANAK, KILASKALBAR.com – Ketua Forum Perbatasan Kalimantan Barat, Abelnus, menolak dengan tegas isu people power yang sedang berkembang di tengah-tengah masyarakat Indonesia.

Karena menurutnya, isu tersebut sangat tidak mendidik untuk generasi anak bangsa.

“Saya yakin masyarakat zaman now sudah cerdas dan tidak mungkin terpancing dengan isu yang tidak masuk akal tersebut,” ujarnya kepada kilaskalbar.com, Rabu (15/5/2019).

Ia menyarankan sebaiknya para elit politik lebih dewasa dan bijaksana dalam menyikapi hasil Pemilu.

Hemat Abelnus, istilah politik people power dapat diartikan sebagai kekuatan dari rakyat yang menunjukan kekuatan pendorong populis, seperti gerakan masa dalam jumlah yang besar dengan misi tertentu yang terorganisir secara terstruktur dan masif.

“Jika kita analisa people power di Indonesia sekarang sudah tidak relevan lagi, menggingat lembaga hukum telah berjalan dengan baik, andaikan ada yang tidak puas dengan hasil Pemilu misalnya dapat mengajukan keberatan melalui Mahakamah Konstitusi (MK),” jelasnya.

Seketika masih ditemukan para elit politik Indonesia melakukan people power, maka kita mengalami kemunduran seperti masa rezim Orde Baru, di mana waktu itu hukum tidak dilaksanakan dengan baik.

“Tapi kan sekarang lembaga hukum telah berjalan dengan baik,” ungkap Abelnus.

Kalaupun masih terjadi people power, sam,bung dia, maka itu sangat membahayakan negara dan bahkan dapat membuat negara tidak stabil terutama dari aspek kehidupan sosial masyarakatnya, Polri dan TNI mesti cepat dan tepat melakukan langkah-langkah dalam rangka mengamankan NKRI dari ganguan baik dari dalam negeri maupun dari luar negeri demi keutuhan Indonesia.

“Janganlah demi kepentingan politik kita korbankan masyarakat banyak, karena jika salah memahami people power, maka akan berujung pada penghansutan daya pikir seseorang dan bahkan menyesatkan pemikiran masyarakat, maka risikonya yang besar,” terang Abelnus.

Saran kepada elit politik, kata Abelnus, apapun hasil pemilu sebaiknya elit politik harus saling merangkul dan duduk bersama dalam rangka berdiskusi dan merumuskan secara seksama strategi mengejar ketertinggal Indonesia terutama pada aspek ekonomi, infrastruktur dan pendidikan yang hingga sekarang ini masih tertinggal dari negara lain.

“Masyarakat telah ikhlas mendukung dan mensukseskan Pemilu pada 17 April 2019 lalu, maka elit politik pun harus mau menerima dengan ikhlas apapun hasil rekapitulasi penghitungan suara oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai lembaga penyelenggara pemilu,” tutup Abelnus. (noy)