Kadin dan IDX Kalbar Ajak Pelaku Usaha Melantai di Bursa

oleh -204 views
IST.

PONTIANAK, KILASKALBAR.com – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) bersama Bursa Efek Indonesia (IDX) Kantor Perwakilan Kalbar, menggelar go public web-seminar (webinar) melalui Zoom Meeting dengan tema Strategi Pendanaan untuk Korporasi dan Small Medium Enterprise di Kalimantan Barat melalui Pasar Modal, Rabu (14/10/2020) sore.

Peserta webinar di antaranya Kepala Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wilayah Kalbar, Direktur Investment Banking PT Sinarmas Sekuritas, Tbk, Kepala Divisi Jasa Kustodian PT KSEI, dan sejumlah pelaku usaha di Kalbar. Webinar ini menghadirkan tiga narasumber yakni Kepala Kadin Kalbar, Kepala IDX Kalbar, dan Wakil Ketua Umum Kadin Kalbar.

Dalam sambutannya, Ketua Umum Kadin Kalbar, Jhoni Isnaini, menyampaikan, webinar diselenggarakan guna mewujudkan dunia usaha yang mampu berdaya saing.

“Kegiatan ini merupakan bagian dari misi Kadin dalam rangka mewujudkan dunia usaha Indonesia yang kuat dan berdaya saing tinggi yang bertumpu pada keunggulan nyata sumber daya nasional,” ujarnya.

Untuk mencapai tujuan tersebut, kata dia, Kadin memiliki tugas untuk melakukan pembinaan dan pengembangan kemampuan bagi pengusaha Indonesia serta memiliki tugas menciptakan dan mengembangkan iklim dunia usaha yang kondusif  bagi dunia usaha.

“Melalui webinar ini, kami berharap agar para pengusaha Kalimantan Barat terinspirasi dan terpacu keberaniannya untuk memajukan perekonomian Kalimantan Barat melalui dunia usaha,” tutur Jhoni.

Di samping itu, webinar dilaksanakan agar para peserta mendapat pengetahuan lebih luas mengenai pasar modal sebagai salah satu alternatif sumber permodalan bagi perusahaan

“Karena sebagai pengusaha tentunya memiliki keinginan agar perusahaan yang didirikan dapat berkembang dengan pesat dan bersaing dalam jangka waktu yang panjang serta dapat mempertahankan kelangsungan usahanya,” kata Jhoni.

Webinar go public. (IST)

Jhoni berharap, setelah diselenggarakannya kegiatan ini agar dapat merumuskan rencana tindak lanjut yang diperuntukan bagi pengusaha-pengusaha di Kalbar. Rencana tindak lanjut ini kemudian akan disampaikan ke pihak IDX.

“Rencana tindak lanjut ini untuk dibina dan difasilitasi oleh Bursa Efek Indonesia. Sehingga perusahaan-perusahaan yang tergabung di dalam Kadin Provinsi Kalbar bisa mendapat akses permodalan di pasar modal. Mengingat begitu besarnya potensi pelaku usaha di Kalimantan Barat untuk menjadi perusahaan besar yang berbasis pada sumber daya lokal. Karena jika bukan kita, siapa lagi yang akan membangun Kalimantan Barat,” ucapnya.

Kepala IDX Kalbar, Taufan Febiola, mengatakan, webinar ini bertujuan untuk memberikan informasi mengenai proses dan manfaat go public, khususnya bagi perusahaan-perusahaan yang berdomisili di Kalbar untuk menjadi perusahaan tercatat.

“Dengan begitu, diharapkan lebih banyak lagi perusahaan di daerah yang dapat memanfaatkan pasar modal untuk mendukung pertumbuhan ekonomi daerah, tidak hanya perusahaan-perusahaan beraset besar tapi juga untuk perusahaan berskala small and medium entreprise,” katanya.

Ia mengungkapkan, pihaknya ingin mengajak para pengusaha untuk lebih mengeksplorasi kesempatan pendanaan di pasar modal Indonesia sebagai milestone bagi perusahaan untuk ekspansi dan tumbuh dengan segala manfaat yang bisa diperoleh melalui pasar modal.

“Kami ingin menjadikan pasar modal ini sebagai wadah perusahaan untuk semakin berkembang,” ucap Taufan.

Taufan menjelaskan, saat ini masih banyak pemilik dan manajemen perusahaan yang belum terinformasikan mengenai pendanaan melalui pasar modal, dan hanya memanfaatkan pinjaman dari sektor perbankan sebagai sumber pendanaan untuk mengembangkan usahanya.

“Maka dalam kesempatan yang baik ini melalui go public webinar, Bursa Efek Indonesia ingin memperkenalkan alternatif sumber pendanaan lain kepada perusahaan dengan menawarkan akses pendanaan jangka panjang melalui go public. Go public tidak hanya menjadi sumber pendanaan yang menjanjikan untuk mengembangkan perusahaan, tapi juga mengangkat citra perusahaan menjadi lebih profesional, transparan, dan akuntabel,” terang dia.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Ketua Umum Kadin Kalbar, Syahri, mengatakan bahwa perusahaan yang ada di Kalbar sangat berpotensi untuk melantai di pasar modal Indonesia.

Alasannya, karena Kalbar terdapat sumber daya alam yang berkualitas ekspor, seperti karet, perkebunan, dan alumina.

“Jika pengusaha Kalbar mendapat fasilitas pendanaan, tentunya sumber daya alam tersebut akan terkelola dengan baik dalam sebuah perusahaan yang didirikan oleh pengusaha Kalbar. Selanjutnya dapat memberikan kontribusi besar bagi perekonomian Kalbar,” ungkap Syahri.

Dengan melakukan go public, kata Syahri, perusahaan akan mendapatkan beberapa manfaat, di antaranya fasilitas pendanaan tanpa batas, meningkatkan kinerja perusahaan, menciptakan kemandirian perusahaan.

“Mempercepat penerapan good corporate governance, mendapat insentif pajak, dan mendapatkan mitra usaha yang strategis,” tutur pria yang juga sebagai konsultan hukum usaha modal ini. (*)