Hadir di Musrenbang Tingkat Kecamatan, Bupati Landak Serap Langsung Aspirasi dari Masyarakat

oleh -377 views
Karolin Margret Natasa.

NGABANG, KILASKALBAR.com – Bupati Landak dr Karolin Margret Natasa menghadiri Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) tingkat kecamatan di Kecamatan Sengah Temila, Kabupaten Landak, Kamis (14/2/2019).

Hal tersebut dilakukan Bupati  Landak karena salah satu cara untuk menyerap aspirasi dari masyarakat adalah turun langsung dengan berdiskusi bersama masyarakat. Sebelumnya kegiatan serupa juga dihadiri Karolin di Kecamatan Ngabang dan Kecamatan Menyuke.

“Saya sengaja hadir dalam Musrenbang ini dan saya juga baru dapat informasi kalau ternyata bupati jarang ikut Musrenbang,” ujar Karolin, Kamis (14/2/2019).

Karolin mengungkapkan, kegiatan Musrenbang merupakan forum yang sangat penting dan merupakan mandat resmi dari undang-undang untuk mewujudkan pembangunan di Kabupaten Landak.

Sehingga, Karolin berharap kegiatan ini wajib dihadiri oleh kepala desa agar bisa membahas setiap permasalahan dan kebutuhan yang ada di setiap desa.

Dalam Musrenbang ini pula setiap desa mengajukan usulan pembangunan, namun dengan mengedepankan skala prioritas kebutuhan.

“Saya simple saja, kalau ada duit ya kita bangun, kalau tidak ada anggarannya ya tidak. Jadi kalau tidak ada (kepala desa) yang datang, ya jangan marah kalau persoalannya tidak di bahas dalam Musrenbang,” jelas Karolin.

Baca juga: Bupati Landak Ingatkan Kepala Desa Tepat Waktu Sampaikan LPJ

Bupati Landak: Kepala Desa Harus Berani Ambil Keputusan Prioritas Pembangunan

Bupati perempuan pertama di Kabupaten Landak ini pun berharap agar pembangunan dapat merata di setiap desa, sehingga tidak ada lagi desa yang merasa dianaktirikan, namun tetap mengacu pada skala prioritas.

Menyikapi pemerataan pembangunan tersebut, mulai tahun 2019, Kabupaten Landak akan menerapkan perencanaan pembangunan berbasis elektronik (e-planning).

Program e-planning ini dimaksudkan untuk menata dan merapikan perencanaan, sehingga bisa menentukan prioritas dalam pembangunan ke depannya.

“Semoga dengan penggunaan aplikasi e-planning ini, tidak ada lagi ketimpangan dalam pembangunan, tidak ada lagi desa yang sering dapat, ada desa yang tidak pernah, bisa kita rencanakan dengan melihat mana yang lebih prioritas,” pungkasnya. (*)